contoh: pembakar lemak, web hosting murah, hotel di jakarta
* www depag go id/kanwil ntb
* 春暖花开CC
* rumus mtk sd
* kliping studi kelayakan bisnis
* lowongan kerja terbaru april 2010 pt Kao indonesia jababeka
Recent Searches
* sertifikasi depag 2010 kab situbondo
* kata cinta mutiara
* krisis tiroid dalam kehamilan
* soal psikotes]
* daftar mahasiswa lulus pmdk unand 2010 2011 pdf fi
Hasil Pencarian: peran perawat terhadap kesembuhan pasien persatua
Hasil Pencarian Lainnya:
powered by
Search Result:
Web
(8)
Peran Perawat Terhadap Kesembuhan Pasien Persatua | Gudang Segala ...
Peran Perawat terhadap Kesembuhan Pasien « Persatuan Perawat ... Keramahan, tegur sapa yang sopan, persahabatan, dan keikhlasan, dapat membuat pasien yang ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=peran+perawat+terhadap+kesembuhan+pasien++persatua
clipped from Google - 4/2010
Senyum Perawat | Gudang Segala Informasi
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA | Senyum Perawat. 22 Jan 2010 . ... Keihklsan dan Senyum Perawat Memberikan Kesembuhan 60% Perawat dalam memberikan pelayanan harus Ikhlas dan selalu senyum, ... Persatuan Perawat Nasional Indonesia Bangka Barat ... Senyuman seorang perawat laksana penyembuh bagi pasien. ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=senyum+perawat
clipped from Google - 4/2010
Komunikasi Terapeutik | Gudang Segala Informasi
2 Mar 2010 ... PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia :. - KOMUNIKASI . ... bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Purwanto,1994). ... Komunikasi Terapeutik antara Perawat dan Pasien | Pustaka Ilmiah . ... pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kerja sama anak dalam tindakan ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=komunikasi+terapeutik
clipped from Google - 4/2010
Penelitian Terapi Keluarga Skizofrenia | Gudang Segala Informasi
PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia :. - PENELITIAN . ... Peranan keluarga dalam timbulnya Skizofrenia Penelitian terdahulu ... bahwa intervensi ... TERAPI BIMBINGAN SPIRITUAL TERHADAP PASIEN SKIZOFRENIA AKSIS IV DI ... penderita skizofrenia aksis IV dapat sembuh bila masyarakat/keluarga penderita . ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=penelitian+terapi+keluarga+skizofrenia
clipped from Google - 4/2010
Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Jahit | Gudang Segala ...
PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia :. - KOMPETENSI . ... Khrisnamurti., 2003, Efektivitas Perawatan Luka Pertama Pada Pasien ... Lagiono, 2000, Keterpaduan Peranan Dokter Kecil dan Ibu Rumah Tangga dalam Pemberantasan Sarang . ... HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TERHADAP PELAKSANAAN SENAM NIFAS DI . ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=pengetahuan+ibu+nifas+tentang+perawatan+luka+jahit
clipped from Google - 4/2010
Gejala Ibu Hamil | Gudang Segala Informasi
18 Feb 2010 ... www togel kuda com · peran perawat terhadap kesembuhan pasien persatua .... Hiperemesis Gravidarum | Lentera Biru | Blog Perawat ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=gejala+ibu+hamil
clipped from Google - 4/2010
Mereposisi Peran Pemasaran Pertanian Dalam Revitalisasi Upt ...
... www togel kuda com · peran perawat terhadap kesembuhan pasien persatua .... Misi : mereposisi peran pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kemampuan ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=mereposisi+peran+pemasaran+pertanian+dalam+revitalisasi+++upt+
clipped from Google - 4/2010
Graduate Trainee Positions | Gudang Segala Informasi
... 137yipyip vox · www togel kuda com · peran perawat terhadap kesembuhan pasien persatua · yipyip 137 vox com · no togel singapura keluar tgl 13 3 2010 ...
www.adversizer.com
www.adversizer.com/?s=+graduate+trainee+positions+
clipped from Google - 4/2010
1
2
3
4
5
6
7
8
Your search for "peran perawat terhadap kesembuhan pasien persatua" did not match any entries
Search
Suggestions:
* Make sure all words are spelled correctly.
* Try different keywords.
* Try more general keywords.
Informasi Terbaru
* LOWONGAN KERJA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) | Lowongan Kerja …
* LOWONGAN KERJA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) | Lowongan Kerja …
* LOWONGAN KERJA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) | Lowongan Kerja …
* LOWONGAN KERJA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) | Lowongan Kerja …
* LOWONGAN KERJA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) | Lowongan Kerja …
* AstroDigi: Inilah Makanan Pendorong Konsentrasi Otak
* AstroDigi: Inilah Makanan Pendorong Konsentrasi Otak
* AstroDigi: Inilah Makanan Pendorong Konsentrasi Otak
* AstroDigi: Inilah Makanan Pendorong Konsentrasi Otak
* AstroDigi: Inilah Makanan Pendorong Konsentrasi Otak
Pencarian Terbaru
Tags
accounting april-2010 berat-badan berita business closing-date dapat designer development diet download entertainment facebook finance financial find-help having-the-same hotel human-resources iklan inconvenience indonesia internet jakarta jakarta-barat jakarta-selatan jawa-barat Kanker kanker-payudara karir kerja kesehatan lamaran lanjut lowongan lowongan-pekerjaan Lowongan Kerja marketing online pasang-iklan request sales search software-design unknown-unknown
© 2010 Gudang Segala Informasi.
Nursing Academy and The World Health Information. The amazing for Nursing. Informasi keperawatan dan kesehatan yang menakjubkan. Ingin menambah ukuran dan menguatkan Btg Penis? Terbukti, Discount 30%. gunakan produk Enlargement Natural Oil dan kunjungi www.onherbals.com
Body Face
Body Face Lab Indonesia
www.bodyfacelab.co.id/PromotionJadi langsing hanya dgn Rp 1.3 jutaAnda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
untuk 10 perawatan pelangsingan
Jumat, 23 April 2010
Minggu, 18 April 2010
pelayanan kesehatan
Ponari, potret buram pelayanan kesehatan
Saturday, 21 February 2009
Ponari, potret buram pelayanan kesehatan
BEBERAPA waktu lalu media massa ramai memberitakan fenomena Ponari, bocah berumur 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Bocah itu mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Cara penyembuhannya jauh berbeda dengan praktik dokter pada umumya.
Ponari yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini hanya menggunakan batu ajaibnya yang dicelupkan ke air yang dibawa pasien. Dengan meminum air yang sudah dicelup batu itu, segala penyakit sembuh. Seperti dalam dunia dongeng, kabar dukun cilik dengan batu ajaibnya itu menyebar ke penjuru Jombang dan sekitarnya. Maka, berduyun-duyun warga Jombang dan sekitarnya mendatangi rumah sang dukun cilik. Jumlahnya sangat mencengangkan. Mencapai ribuan. Di televisi, bisa kita lihat betapa mereka berdesak-desakan demi kesembuhan penyakit yang didera.
Kebanyakan dari mereka adalah rakyat miskin, yang jelas tak memiliki banyak uang untuk menjadi pasien di klinik dokter, apalagi di rumah sakit yang notabene adalah tempat orang untuk berobat. Sudah menjadi rahasia umum bila kesehatan di masyarakat kita teramat mahal. Hingga muncul anekdot, orang miskin tak boleh sakit. Memang, negara telah menyediakan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas, tetapi pelayanannya sering kali menyedihkan. Misal saja di Puskesmas dekat tempat saya tinggal. Puskesmas ini baru melayani pasien mulai pukul sembilan pagi. Tak jarang dokter yang bertugas datang terlambat hingga 30 menit.
Penulis pernah menyaksikan seorang dokter di sebuah Puskesmas memeriksa pasien sambil ngobrol lewat ponselnya. Stetoskop hanya dikalungkan di leher, sama sekali tak digunakan. Sang dokter hanya bertanya dan menulis resep. Terkesan dokter memeriksa pasien dengan separuh hati. Seharusnya, mereka menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan saat mereka bertugas. Melayani masyarakat miskin dengan sepenuh hati, menyamakan kedudukan pasien miskin dengan dirinya yang juga manusia. Puskesmas tak jarang enggan melayani pasien yang datang setelah pukul sebelas lewat. Anehnya lagi, dokter sering tak ada dengan alasan sedang keluar. Ini contoh kecil kurang maksimalnya pelayanan kesehatan terhadap rakyat kecil.
Untuk ke dokter yang membuka praktik pribadi? Hanya orang-orang yang memiliki uang yang bisa dengan rutin mengunjungi dokter. Si miskin sering kali tak berdaya ketika dibeberkan berapa biaya yang mesti dibayar.
Mengunjungi rumah sakit? Lebih mengenaskan lagi. Untuk rumah sakit Cipto Mangunkusumo yang notabene melayani seluruh kalangan masyarakat dengan biaya lebih murah sering kali terjadi pembiaran terhadap pasien.
Rumah sakit di negeri kita bukanlah tempat yang nyaman untuk mencari kesembuhan. Untuk bisa menghuni sebuah kamar perawatan, keluarga pasien meski merogoh kantong dalam-dalam sebagai uang muka. Tanpa membayar minimal uang muka, jangan harap bisa mendapatkan perawatan yang semestinya. Tak jarang pasien bertambah parah karena tak cepat ditangani. Itulah sekelumit potret buram buruknya pelayanan kesehatan di negeri kita.
Tak heran orang-orang yang berkantong tebal memilih terbang ke luar negeri, Singapura. Di sinilah surga mendapatkan pelayanan kesehatan terpenuhi. Kurang manusiawinya pelayanan kesehatan di rumah sakit kita membuat orang Indonesia mencari kesembuhan ke sana. 50 persen pasien di Singapura adalah warga negara Indonesia. Mengapa? Pelayanan kesehatan di luar, termasuk Singapura, sangat ramah dan mudah.
Bagaimana dengan orang miskin di negeri kita? Karena pelayanan kesehatan di negeri kita kurang menyenangkan bagi saudara kita yang miskin, mereka pun mencari jalur lain. Alternatif. Baik alternatif orangnya, ilmunya, obatnya, maupun biayanya.
Kembali lagi ke dukun cilik Ponari yang mencengangkan dan memilukan bagi dunia kesehatan kita, nalar sehat pun menjadi terlupakan. Batu ajaib Ponari jelas tak akan bisa diterima oleh kalangan kesehatan negeri kita. Tetapi, kemiskinan senantiasa dekat dengan kurangnya kecerdasan dalam berpikir. Mereka berbondong-bondong karena emosi mereka yang ingin cepat terlepas dari derita.
Fenomena Ponari adalah tantangan bagi dunia kesehatan kita. Seyogianya, pemerintah mulai memikirkan langkah apa yang harus diambil untuk meluruskan tingkah laku rakyat dalam berobat. Dukun Ponari mestinya menjadi media pengingat bagi negara, yakni pemerintah, untuk memperbaiki bentuk pelayanan kesehatan yang mampu menyentuh orang miskin.
Sebenarnya, pemerintah pernah mengeluarkan program Askeskin pada 2005. Ini menggembirakan tentu. Tapi, masalahnya, pelaksanaannya di lapangan tidaklah mulus. Misalnya, lambannya pembayaran klaim rumah sakit, sampai-sampai ada rumah sakit yang kemudian menolak melayani peserta Askeskin ini. Ada pula yang menggelembungkan jumlah klaim. Itu semua membuat pelaksanaan progam ini menjadi terganggu.
Di luar soal ini, sudah waktunya negara menyikapi serius masalah kesehatan ini. Tidak hanya tingkat kebijakan, juga pelaksanaan di lapangan. Seperti banyak dikeluhkan masyarakat, tempat-tempat layanan kesehatan, mulai puskesmas sampai rumah sakit, belum memberikan layanan maksimal. Bahkan, rumah sakit kini terasa hampir kehilangan misi kemanusiaan. Rumah sakit yang mestinya memberi pertolongan sudah masuk ke wilayah kapitalis. Uang dijadikan mesin utama di rumah sakit-rumah sakit kita.
Perlu langkah-langkah yang lebih strategis untuk membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih ramah dan menjangkau seluruh golongan. Misalnya, jika untuk masyarakat miskin diberikan asuransi gratis, kalangan tidak miskin pun dipikirkan cara serupa. Contohnya, negara menyediakan asuransi buat mereka dengan premi yang terjangkau sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Sebab, saat biaya kesehatan menjadi tinggi, sebesar apa pun kekayaan seseorang akan habis bila menghadapi masalah pengobatan.
Dengan kata lain, setiap warga negara yang lahir, orang tua segera melapor ke kelurahan setempat untuk dibuatkan kartu asuransi. Berbekal kartu asuransi kesehatan itulah, masyarakat dapat dilayani dengan baik, tanpa dibebani dengan tagihan rumah sakit yang membengkak atau sikap rumah sakit yang mengharuskan seseorang membayar uang panjar dulu baru rumah sakit bersedia memberi perawatan. Asuransi adalah solusi untuk segala persoalan yang timbul sehingga tingkat kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik.
Untuk mewujudkan model asuransi kesehatan kepada setiap warga, kita bisa mencontoh Singapura. Negara ini menggunakan tiga model asuransi, yakni medisave (wajib), medishield (tidak wajib), dan medifund. Pembayaran premi ini berasal dari pemerintah, swasta, dan pribadi. Memang, Pemerintah Singapura tak seratus persen membiayai seluruh ongkos kesehatan. Tetapi, dengan adanya asuransi kesehatan untuk rakyat, masyarakat sana lebih ringan ketika hendak berobat.
Jadi, setiap golongan masyarakat tidak lagi takut menghadapi mahalnya biaya kesehatan atau sombongnya sikap rumah sakit. Sebab, hal inilah yang membuat harapan penyembuhan secara instan dan murah laku keras. Sehingga, mereka pun datang ke tempat-tempat pengobatan alternatif, yang kadang sulit dipertanggungjawabkan metodenya, termasuk mendatangi Ponari. Ironisnya, Ponari sendiri kemudian dirawat di rumah sakit karena kelelahan melayani pasienpasiennya. hf
Bagas Setyo Waluyo
Mhs Universitas Boyolali
[Kembali]
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan
Saturday, 21 February 2009
Ponari, potret buram pelayanan kesehatan
BEBERAPA waktu lalu media massa ramai memberitakan fenomena Ponari, bocah berumur 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Bocah itu mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Cara penyembuhannya jauh berbeda dengan praktik dokter pada umumya.
Ponari yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini hanya menggunakan batu ajaibnya yang dicelupkan ke air yang dibawa pasien. Dengan meminum air yang sudah dicelup batu itu, segala penyakit sembuh. Seperti dalam dunia dongeng, kabar dukun cilik dengan batu ajaibnya itu menyebar ke penjuru Jombang dan sekitarnya. Maka, berduyun-duyun warga Jombang dan sekitarnya mendatangi rumah sang dukun cilik. Jumlahnya sangat mencengangkan. Mencapai ribuan. Di televisi, bisa kita lihat betapa mereka berdesak-desakan demi kesembuhan penyakit yang didera.
Kebanyakan dari mereka adalah rakyat miskin, yang jelas tak memiliki banyak uang untuk menjadi pasien di klinik dokter, apalagi di rumah sakit yang notabene adalah tempat orang untuk berobat. Sudah menjadi rahasia umum bila kesehatan di masyarakat kita teramat mahal. Hingga muncul anekdot, orang miskin tak boleh sakit. Memang, negara telah menyediakan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas, tetapi pelayanannya sering kali menyedihkan. Misal saja di Puskesmas dekat tempat saya tinggal. Puskesmas ini baru melayani pasien mulai pukul sembilan pagi. Tak jarang dokter yang bertugas datang terlambat hingga 30 menit.
Penulis pernah menyaksikan seorang dokter di sebuah Puskesmas memeriksa pasien sambil ngobrol lewat ponselnya. Stetoskop hanya dikalungkan di leher, sama sekali tak digunakan. Sang dokter hanya bertanya dan menulis resep. Terkesan dokter memeriksa pasien dengan separuh hati. Seharusnya, mereka menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan saat mereka bertugas. Melayani masyarakat miskin dengan sepenuh hati, menyamakan kedudukan pasien miskin dengan dirinya yang juga manusia. Puskesmas tak jarang enggan melayani pasien yang datang setelah pukul sebelas lewat. Anehnya lagi, dokter sering tak ada dengan alasan sedang keluar. Ini contoh kecil kurang maksimalnya pelayanan kesehatan terhadap rakyat kecil.
Untuk ke dokter yang membuka praktik pribadi? Hanya orang-orang yang memiliki uang yang bisa dengan rutin mengunjungi dokter. Si miskin sering kali tak berdaya ketika dibeberkan berapa biaya yang mesti dibayar.
Mengunjungi rumah sakit? Lebih mengenaskan lagi. Untuk rumah sakit Cipto Mangunkusumo yang notabene melayani seluruh kalangan masyarakat dengan biaya lebih murah sering kali terjadi pembiaran terhadap pasien.
Rumah sakit di negeri kita bukanlah tempat yang nyaman untuk mencari kesembuhan. Untuk bisa menghuni sebuah kamar perawatan, keluarga pasien meski merogoh kantong dalam-dalam sebagai uang muka. Tanpa membayar minimal uang muka, jangan harap bisa mendapatkan perawatan yang semestinya. Tak jarang pasien bertambah parah karena tak cepat ditangani. Itulah sekelumit potret buram buruknya pelayanan kesehatan di negeri kita.
Tak heran orang-orang yang berkantong tebal memilih terbang ke luar negeri, Singapura. Di sinilah surga mendapatkan pelayanan kesehatan terpenuhi. Kurang manusiawinya pelayanan kesehatan di rumah sakit kita membuat orang Indonesia mencari kesembuhan ke sana. 50 persen pasien di Singapura adalah warga negara Indonesia. Mengapa? Pelayanan kesehatan di luar, termasuk Singapura, sangat ramah dan mudah.
Bagaimana dengan orang miskin di negeri kita? Karena pelayanan kesehatan di negeri kita kurang menyenangkan bagi saudara kita yang miskin, mereka pun mencari jalur lain. Alternatif. Baik alternatif orangnya, ilmunya, obatnya, maupun biayanya.
Kembali lagi ke dukun cilik Ponari yang mencengangkan dan memilukan bagi dunia kesehatan kita, nalar sehat pun menjadi terlupakan. Batu ajaib Ponari jelas tak akan bisa diterima oleh kalangan kesehatan negeri kita. Tetapi, kemiskinan senantiasa dekat dengan kurangnya kecerdasan dalam berpikir. Mereka berbondong-bondong karena emosi mereka yang ingin cepat terlepas dari derita.
Fenomena Ponari adalah tantangan bagi dunia kesehatan kita. Seyogianya, pemerintah mulai memikirkan langkah apa yang harus diambil untuk meluruskan tingkah laku rakyat dalam berobat. Dukun Ponari mestinya menjadi media pengingat bagi negara, yakni pemerintah, untuk memperbaiki bentuk pelayanan kesehatan yang mampu menyentuh orang miskin.
Sebenarnya, pemerintah pernah mengeluarkan program Askeskin pada 2005. Ini menggembirakan tentu. Tapi, masalahnya, pelaksanaannya di lapangan tidaklah mulus. Misalnya, lambannya pembayaran klaim rumah sakit, sampai-sampai ada rumah sakit yang kemudian menolak melayani peserta Askeskin ini. Ada pula yang menggelembungkan jumlah klaim. Itu semua membuat pelaksanaan progam ini menjadi terganggu.
Di luar soal ini, sudah waktunya negara menyikapi serius masalah kesehatan ini. Tidak hanya tingkat kebijakan, juga pelaksanaan di lapangan. Seperti banyak dikeluhkan masyarakat, tempat-tempat layanan kesehatan, mulai puskesmas sampai rumah sakit, belum memberikan layanan maksimal. Bahkan, rumah sakit kini terasa hampir kehilangan misi kemanusiaan. Rumah sakit yang mestinya memberi pertolongan sudah masuk ke wilayah kapitalis. Uang dijadikan mesin utama di rumah sakit-rumah sakit kita.
Perlu langkah-langkah yang lebih strategis untuk membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih ramah dan menjangkau seluruh golongan. Misalnya, jika untuk masyarakat miskin diberikan asuransi gratis, kalangan tidak miskin pun dipikirkan cara serupa. Contohnya, negara menyediakan asuransi buat mereka dengan premi yang terjangkau sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Sebab, saat biaya kesehatan menjadi tinggi, sebesar apa pun kekayaan seseorang akan habis bila menghadapi masalah pengobatan.
Dengan kata lain, setiap warga negara yang lahir, orang tua segera melapor ke kelurahan setempat untuk dibuatkan kartu asuransi. Berbekal kartu asuransi kesehatan itulah, masyarakat dapat dilayani dengan baik, tanpa dibebani dengan tagihan rumah sakit yang membengkak atau sikap rumah sakit yang mengharuskan seseorang membayar uang panjar dulu baru rumah sakit bersedia memberi perawatan. Asuransi adalah solusi untuk segala persoalan yang timbul sehingga tingkat kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik.
Untuk mewujudkan model asuransi kesehatan kepada setiap warga, kita bisa mencontoh Singapura. Negara ini menggunakan tiga model asuransi, yakni medisave (wajib), medishield (tidak wajib), dan medifund. Pembayaran premi ini berasal dari pemerintah, swasta, dan pribadi. Memang, Pemerintah Singapura tak seratus persen membiayai seluruh ongkos kesehatan. Tetapi, dengan adanya asuransi kesehatan untuk rakyat, masyarakat sana lebih ringan ketika hendak berobat.
Jadi, setiap golongan masyarakat tidak lagi takut menghadapi mahalnya biaya kesehatan atau sombongnya sikap rumah sakit. Sebab, hal inilah yang membuat harapan penyembuhan secara instan dan murah laku keras. Sehingga, mereka pun datang ke tempat-tempat pengobatan alternatif, yang kadang sulit dipertanggungjawabkan metodenya, termasuk mendatangi Ponari. Ironisnya, Ponari sendiri kemudian dirawat di rumah sakit karena kelelahan melayani pasienpasiennya. hf
Bagas Setyo Waluyo
Mhs Universitas Boyolali
[Kembali]
© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan
Kamis, 08 April 2010
Meningkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat Miskin
Meningkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat Miskin PDF Print E-mail
Written by Administrator
Monday, 17 March 2008
Pesan yang amat kuat dapat ditangkap selama Konferensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Milenium adalah tentang pentingnya peningkatan kapabilitas seseorang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk pencapaian kehidupan yang lebih bermutu dan bermartabat. Sesuai dengan tema konferensi, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih dan sanitasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas masyarakat miskin.
Pesan yang amat kuat dapat ditangkap selama Konferensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Milenium adalah tentang pentingnya peningkatan kapabilitas seseorang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk pencapaian kehidupan yang lebih bermutu dan bermartabat. Sesuai dengan tema konferensi, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih dan sanitasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas masyarakat miskin.
Keberhaslan upaya penanggulangan kemiskinan akan ditentukan oleh lima hal. Pertama, kebijakan yang dirumuskan dengan baik (good policy), dibangun melalui proses partisipasif dengan mendengarkan suara di miskin dan dilakukan secara inklusif dengan melibatkan stakeholders. Kedua, komitmen penganggaran jangka menengah yang pasti. Ketiga, dukungan kelembagaan yang kredibel dan kapabel. Keempat, mekanisme pengendalian dan pengawasan (safeguarding) yang solid. Kelima, monitoring dan evaluasi yang terbuka, dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur, serta tindak lanjut (enforcement) yang nyata terhadap hasil monitoring dan evaluasi.
Rangkuman dari hasil seluruh sidang pleno dan sidang kelompok selama dua hari, menggarisbawahi beberapa masukan tentang isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Rangkuman ini juga bersifat menegaskan kembali berbagai pandangan dan kesimpulan yang berkembang selama konferensi, terdapat dua kelompok masukan. Pertama, isu strategis dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, air besih dan sanitasi bagi masyarakat miskin, dan juga merekomendasi untuk perbaikan palayanan tersebut. Kedua, masukan bersifat umum dan lintas sektoral (cross-cutting) yang berkaitan dengan dengan targeting dalam perumusan tujuan dan sasaran, proses partisipasi dalam perumusan kebijakan, dan akuntabilitas dalam penganggaran dan pelaksanaan pengangulangan kemiskinan.
Isu strategis dan masukan berupa rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat miskin. Masukan tersebut dipilah menjadi tiga kelompok sesuai dengan fokus pelayanan publik untuk kesehatan, pendidikan, air bersih dan sanitasi.
Pertama, isu strategais yang perlu diperhatikan dalam Pelayanan Kesehatan antara lain:
Adanya hambatan dalam keberlanjutan pelayanan kesehatan karena anggaran yang kurang memadai baik sumber, besaran, kelembagaan dan teruntukannya.
Alokasi anggran kesehatan pemerintah untuk orang miskin perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat miskin dan ditekankan pada upaya promotif dan preventif.
Harus ada political will dari pemerintahan, legislative, swasta, dan masyarakat untuk menindaklanjuti pelayanan kesehatan.
Pelayanan gratis tidak akan secara otomatis meningkatkan cakupan,karena masih ada biaya diluar biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung masyarakat miskin.
Pola pembagian tugas yang jelas antara pusat dan daerah baik dari sisi demand maupun sisi supply terutama dalam sharing penganggaran.
Pentingnya keterlibatan seluruh pihak atau stakeholder dalam pelaksanaan upaya kesehatan untuk masyarakat miskin.
Berdasarkan isu strategis tersebut, rekomendasi untuk Perbaikan Layanan Kesehatan, antara lain :
Perlu pemantapan asuransi kesehatan nasional sebagai bagian dari pelaksanaan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial sebagai bagian dari peningkatan akses orang miskin terhadap layanan kesehatan, dan peningkatan akuntabilitas dalam pelayanan kesehatan.
Perlu memperhatikan pelayanan kesehatan yang didasarkan pada permintaan masyarakat (Demand-based program) sehingga masyarakat dapat memilih layanan kesehatan yang diinginkan. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan (i) penentuan sasaran secara hati-hati; (ii) pelibatan rumah sakit, puskesmas dan pusat layanan kesehatan; (iii) penjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat miskin; (iv) sosialisasi kepada masyarakat; (v) evaluasi secara kritis terhadap hasil pelayanan kesehatan.
Perlu pembenahan implementasi sistemlayanan kesehatan.
Perlu memperjelas ketepatan sasaran keluarga miskin melalui verifikasi lapangan.
Perlu pemberdayaan provider untuk melakukan outreach.
Perlu penjajakan pemamfaatan sebagian dana pelayanan kesehatan masyarakat miskin melalui mekanisme dan sumber alternative pembiayaan kesehatan masyarakat miskin. Misalnya penggunaan penerimaan pajak tembakau untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin.
Perlu pemberdayaan forum kelembagaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin ( baik dalam KIE dan pelaksanaan )
Perlu pendekatan dan solusi alternative untuk pembiayaan kesehatan bagi keluarga miskin.
Pihak eksekutif dan legislatif juga harus terinformasikan dengan baik mengenai permasalahan kesehatan masyarakat miskin.
Kedua, isu strategis yang muncul dalam diskusi Pelayanan Pendidikan, antara lain :
Pendidikan dasar adalah hak dasar setiap warga Negara. Hal ini berimplikasi pada perubahan cara pandang terhadap pendidikan, dari kewajiban menjadi kebutuhan.
Dua komponen besar pembiayaan pendidikan , yaitu: biaya personel dan biaya operasional ditanggung bersama antara pemerintah pusat,provinsi, kab/kota, dunia usaha dan masyarakat.
Perlu political Will (necessary, but insufficient) dari eksekutif dan legislatif baik ditingkat pusat,provinsi maupun kab/kota.
Penyediaan beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin sangat penting untuk menjamin pemenuhan hak-hak dasar mereka.
Dana yang tersedia sangat terbatas sehingga dana perlu dimamfaatkan secara lebih efektif untuk meningkatkan angka partisipasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan khusunya anak dari keluarga miskin dan daerah terpencil.
Dengan memperhatikan isu strategis tersebut, rekomendasi yang diusulkan bagi Perbaikan Pelayan Pendidikan, antara lain:
Perlu adanya pemberian insentif untuk sekolah yang mempunyai kinerja yang baik agar meningkatkan partisipasi sekolah (enrollment rate).
Perlu adanya penghargaan kepada guru yang berbakat dan yang mengajar diwilayah-wilayah terpencil.
Promosi tenaga pendidik perlu dilakukan berdasarkan kemampuan.
Persaingan antar sekolah perlu ditingkatkan guna memperbaiki mutu.
Perlu adanya keseimbangan antara supply side dan demand side.
Pola piker (mindset) masyarakat perlu diubah agar memandang pendidikan sebagai kebutuhan dan bukan kewajiban.
Perlu kesungguhan dalam pendelegasian kewenangan kepada tingkat dibawah.
Perlu penguatan kapasitas sekolah dan komite sekolah.
Perlu dilakukan penguatan data dan informasi kemiskinan sebagai basis dari penetapan alokasi target siswa dari keluarga miskin.
Penentuan sasaran (targeting) siswa dari keluarga miskin lebih tepat dilakukan oleh sekolah dan masyarakat setempat.
Pengawasan baik oleh pemerintah maupun masyarakat perlu diperkuat.
Upaya daerah untuk memastikan anak miskin dapat bersekolah perlu dilembagakan dalam peraturan perundangan.
Dana (blok Grant) langsung diberikan kepada sekolah (otonomi di tingkat sekolah ) dan menjadi bagian dari RAPBS sehingga setiap sekolah bisa memutuskan penggunaan dan dengan tetap memperhatikan transparansi dan akuntabilitas.
Perlu adanya insentif berupa dana block grant berdasarkan jumlah siswa untuk mendorong peningkatan angka partisipasi.
School Governance perlu dilakukan dengan mengintegrasikan MBS (manajemen berbasis sekolah), partisipasi masyarakat dan PAKEM (pembelajaran aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan).
Ketiga isu strategis dalam Perbaikan Pelayanan Air Bersih dan Sanitasi, antara lain:
Air minum dan sanitasi merupakan hak dasar sehingga Negara harus menjamin dan melindungi keberlanjutan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi,
Pelayanan air minum dan sanitasi memerlukan penanganan terpadu lintas sektor, lintas instansi dan lintas wilayah administrative.
Penurunan kuantitas dan kualitas air baku untuk air minumakibat kerusakan daerah tangkapan air (catchment area) dan pencemaran sumber air baik air permukaan maupun air tanah.
Sebagian besar masyarakat miskin belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang memadai sehingga masyarakat miskin membayar lebih mahal bahkan terpaksa mengkonsumsi air minum yang kualitasnya jauh di bawah ambang sehat, dan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagian besar PDAM sebgai penyedia (provider) air minum semiliki kinerja yang rendah dan dililit utang jangka panjang yang cukup besar sehingga sulit untuk mengembangkan pelayanan yang lebih luas bagi masyarakat miskin.
Pemerintah mamupun Pemerintah Daerah belum memberikan perhatian dan prioritas ynag memadai dalam penanganan air minum dan sanitasi.
Pembangunan instalasi air minum dan sanitasi yang baik memerlukan biaya yang besar namun sulit untuk mencapai cost recovery sehinggan sulit menarik partisipasi pihak swasta, sedangkan masyarakat hanya mampu untuk membayar biaya operasi dan pemeliharaan.
Masyarakat perdesaan dan adapt memiliki kearifan local yang positif dalam berpartisipasi dengan bantuan pendampingan.
Rekomendasi yang ditawarkan untuk Perbaikan Air Bersih dan Sanitasi antara lain :
Perlu dikembangkan kebijakan penganganan air minum dan sanitasi yang terpadu dari tingkat pusat sampai daerah serta tindakan mendesak dalam konservasi sumber-sumber air dan penanggulangan pencemaran limbah.
Perlu gagasan dan langkah baru dalam pengelolaan air minum dan sanitasi untuk meningkatkan pemerataan pelayanan, terutama dalammengurangi beban pembiayaan yang ditanggung oleh masyarakat miskin; antara lain melalui penerapan tariff subsidi silang.
Pemerintah perlu melakukan revitalisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk meningkatkan kinerja dan pelayananya. Selain itu, PDAM perlu lebih mendorong untuk berperan lebih aktif dalam penyediaan pelayanan public dibanding sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD)
Mendorong pengelolaan air minum dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat terutama melalui pembenahan regulasi, peningkatan investasi, efesiensi, dan efektifitas dengan memperluas ruang partisipasi bagi masyarakat miskin.
Perlu segera dibentuk Dewan Sumber Daya Air sebgai lembaga koordinasi antar instansi dan Wilayah, baik di tingkat pusat maupun di daerah seseuai dengan amanat Undang0Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Perlu dilakukan rasionalisasi pembiayaan penyediaan air minum dan sanitasi serta penanggulangan kemiskinan pada umumnya, agar lebih focus pada kelompok sasaran/masyarakat miskin.
Selanjutnya, hasil sidang kelompok dan sidang pleno juga mengungkapkan beberapa butir masukan yang bersifat umm dan lintas bidang, yaitu :
Perlu adanya perluasan ruang partisipasi public bagi masyarakat sipil (civil society) baik LSM, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi profesi, perguruan tinggi, [lembaga penelitian dan kajian dalamkeseluruhan proses pelaksanaan dan pengawasan.
Perlu diperkuat kemitraan dan kerjssama dengan pelaku usaha swasta dalammengatasi masalah kemiskina dengan memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
Perlu peningktan koordinasi antar lembaga penyedia data dan pengembangan system pengelolaan data dan informasi yang andal sebgai dasar dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran (targeting).
Perlu pelibatan masyarakat dalampenentuan sasaran (targeting)
Penerapan standard pelayanan minimum (SPM) dengan memperhatikan data dan informasi di tingkat kabupaten/kota..
Proses penganggaran yang dilakukan selamaini belumsecara tegas menjamin pelaksanaan prioritas penanggulngan kemiskinan seperti yang tercantum dalam RKP 2006. Oleh sebab itu , Departemen Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat perlu mempunyai kesamaan pandang dalam memprioritaskan pengelolaan anggaran Negara yang berpihak pada masyarakat miskin.
Peran Kementrian/Lembaga dan dinas di daerah akan sangat menentukan keberhasilan upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh sebab itu, perlu kosistensi, integrasi, sikronisasi dan sinergi yang kuat antara kementrian/lembaga dan pemerintah derah dalam pengelolaan anggaran dekonsentrasi, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
Perlu adanya pembagian kewenanganb dan peran yang jelas antara pemerintah [pusat(kementerian/Lembaga) dan pemerintah daerah (dinas0 dalam penanggulangan kemiskinan terutama dari segi pengganngaran, penentuan kelompok sasaran, lokasi dan kegiatan.
Perlu adanya pembaharuan tata pemerintahan dan reformasi birokrsai melalui penerpan prinsip pemerintahn yang baik (good governasnce) tertuma peningkatan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggran, serta pembertansan KKN.
Perlu adanya penataan kembali system dan mekanisme penanggulangan kemiskinan terutama revitalisasi Komite Penanggulangan Kemiskinan dan Komite Penanggulngan Kemiskinan daerah (KPKD) agar menjadi suatu “badan otonom, kredibel dan kapabel” dalam mengatasi masalah.
Perlu adanya komitmen yanbg kuat dan keberp[ihakan yang sunguh-sungguh dari pimpinan daerah untuk mendorong peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan public bagi msyarakat miskin.
Narasumber : Menkokesra
Last Updated ( Thursday, 27 March 2008 )
[ Back ]
2002©Direktori - Departemen Kesehatan RI
Dikelola oleh Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan
Website oleh Penta Software Indonesia
Written by Administrator
Monday, 17 March 2008
Pesan yang amat kuat dapat ditangkap selama Konferensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Milenium adalah tentang pentingnya peningkatan kapabilitas seseorang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk pencapaian kehidupan yang lebih bermutu dan bermartabat. Sesuai dengan tema konferensi, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih dan sanitasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas masyarakat miskin.
Pesan yang amat kuat dapat ditangkap selama Konferensi Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Tujuan Milenium adalah tentang pentingnya peningkatan kapabilitas seseorang atau sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan untuk pencapaian kehidupan yang lebih bermutu dan bermartabat. Sesuai dengan tema konferensi, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih dan sanitasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas masyarakat miskin.
Keberhaslan upaya penanggulangan kemiskinan akan ditentukan oleh lima hal. Pertama, kebijakan yang dirumuskan dengan baik (good policy), dibangun melalui proses partisipasif dengan mendengarkan suara di miskin dan dilakukan secara inklusif dengan melibatkan stakeholders. Kedua, komitmen penganggaran jangka menengah yang pasti. Ketiga, dukungan kelembagaan yang kredibel dan kapabel. Keempat, mekanisme pengendalian dan pengawasan (safeguarding) yang solid. Kelima, monitoring dan evaluasi yang terbuka, dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur, serta tindak lanjut (enforcement) yang nyata terhadap hasil monitoring dan evaluasi.
Rangkuman dari hasil seluruh sidang pleno dan sidang kelompok selama dua hari, menggarisbawahi beberapa masukan tentang isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Rangkuman ini juga bersifat menegaskan kembali berbagai pandangan dan kesimpulan yang berkembang selama konferensi, terdapat dua kelompok masukan. Pertama, isu strategis dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, air besih dan sanitasi bagi masyarakat miskin, dan juga merekomendasi untuk perbaikan palayanan tersebut. Kedua, masukan bersifat umum dan lintas sektoral (cross-cutting) yang berkaitan dengan dengan targeting dalam perumusan tujuan dan sasaran, proses partisipasi dalam perumusan kebijakan, dan akuntabilitas dalam penganggaran dan pelaksanaan pengangulangan kemiskinan.
Isu strategis dan masukan berupa rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat miskin. Masukan tersebut dipilah menjadi tiga kelompok sesuai dengan fokus pelayanan publik untuk kesehatan, pendidikan, air bersih dan sanitasi.
Pertama, isu strategais yang perlu diperhatikan dalam Pelayanan Kesehatan antara lain:
Adanya hambatan dalam keberlanjutan pelayanan kesehatan karena anggaran yang kurang memadai baik sumber, besaran, kelembagaan dan teruntukannya.
Alokasi anggran kesehatan pemerintah untuk orang miskin perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat miskin dan ditekankan pada upaya promotif dan preventif.
Harus ada political will dari pemerintahan, legislative, swasta, dan masyarakat untuk menindaklanjuti pelayanan kesehatan.
Pelayanan gratis tidak akan secara otomatis meningkatkan cakupan,karena masih ada biaya diluar biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung masyarakat miskin.
Pola pembagian tugas yang jelas antara pusat dan daerah baik dari sisi demand maupun sisi supply terutama dalam sharing penganggaran.
Pentingnya keterlibatan seluruh pihak atau stakeholder dalam pelaksanaan upaya kesehatan untuk masyarakat miskin.
Berdasarkan isu strategis tersebut, rekomendasi untuk Perbaikan Layanan Kesehatan, antara lain :
Perlu pemantapan asuransi kesehatan nasional sebagai bagian dari pelaksanaan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial sebagai bagian dari peningkatan akses orang miskin terhadap layanan kesehatan, dan peningkatan akuntabilitas dalam pelayanan kesehatan.
Perlu memperhatikan pelayanan kesehatan yang didasarkan pada permintaan masyarakat (Demand-based program) sehingga masyarakat dapat memilih layanan kesehatan yang diinginkan. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan (i) penentuan sasaran secara hati-hati; (ii) pelibatan rumah sakit, puskesmas dan pusat layanan kesehatan; (iii) penjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat miskin; (iv) sosialisasi kepada masyarakat; (v) evaluasi secara kritis terhadap hasil pelayanan kesehatan.
Perlu pembenahan implementasi sistemlayanan kesehatan.
Perlu memperjelas ketepatan sasaran keluarga miskin melalui verifikasi lapangan.
Perlu pemberdayaan provider untuk melakukan outreach.
Perlu penjajakan pemamfaatan sebagian dana pelayanan kesehatan masyarakat miskin melalui mekanisme dan sumber alternative pembiayaan kesehatan masyarakat miskin. Misalnya penggunaan penerimaan pajak tembakau untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin.
Perlu pemberdayaan forum kelembagaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin ( baik dalam KIE dan pelaksanaan )
Perlu pendekatan dan solusi alternative untuk pembiayaan kesehatan bagi keluarga miskin.
Pihak eksekutif dan legislatif juga harus terinformasikan dengan baik mengenai permasalahan kesehatan masyarakat miskin.
Kedua, isu strategis yang muncul dalam diskusi Pelayanan Pendidikan, antara lain :
Pendidikan dasar adalah hak dasar setiap warga Negara. Hal ini berimplikasi pada perubahan cara pandang terhadap pendidikan, dari kewajiban menjadi kebutuhan.
Dua komponen besar pembiayaan pendidikan , yaitu: biaya personel dan biaya operasional ditanggung bersama antara pemerintah pusat,provinsi, kab/kota, dunia usaha dan masyarakat.
Perlu political Will (necessary, but insufficient) dari eksekutif dan legislatif baik ditingkat pusat,provinsi maupun kab/kota.
Penyediaan beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin sangat penting untuk menjamin pemenuhan hak-hak dasar mereka.
Dana yang tersedia sangat terbatas sehingga dana perlu dimamfaatkan secara lebih efektif untuk meningkatkan angka partisipasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan khusunya anak dari keluarga miskin dan daerah terpencil.
Dengan memperhatikan isu strategis tersebut, rekomendasi yang diusulkan bagi Perbaikan Pelayan Pendidikan, antara lain:
Perlu adanya pemberian insentif untuk sekolah yang mempunyai kinerja yang baik agar meningkatkan partisipasi sekolah (enrollment rate).
Perlu adanya penghargaan kepada guru yang berbakat dan yang mengajar diwilayah-wilayah terpencil.
Promosi tenaga pendidik perlu dilakukan berdasarkan kemampuan.
Persaingan antar sekolah perlu ditingkatkan guna memperbaiki mutu.
Perlu adanya keseimbangan antara supply side dan demand side.
Pola piker (mindset) masyarakat perlu diubah agar memandang pendidikan sebagai kebutuhan dan bukan kewajiban.
Perlu kesungguhan dalam pendelegasian kewenangan kepada tingkat dibawah.
Perlu penguatan kapasitas sekolah dan komite sekolah.
Perlu dilakukan penguatan data dan informasi kemiskinan sebagai basis dari penetapan alokasi target siswa dari keluarga miskin.
Penentuan sasaran (targeting) siswa dari keluarga miskin lebih tepat dilakukan oleh sekolah dan masyarakat setempat.
Pengawasan baik oleh pemerintah maupun masyarakat perlu diperkuat.
Upaya daerah untuk memastikan anak miskin dapat bersekolah perlu dilembagakan dalam peraturan perundangan.
Dana (blok Grant) langsung diberikan kepada sekolah (otonomi di tingkat sekolah ) dan menjadi bagian dari RAPBS sehingga setiap sekolah bisa memutuskan penggunaan dan dengan tetap memperhatikan transparansi dan akuntabilitas.
Perlu adanya insentif berupa dana block grant berdasarkan jumlah siswa untuk mendorong peningkatan angka partisipasi.
School Governance perlu dilakukan dengan mengintegrasikan MBS (manajemen berbasis sekolah), partisipasi masyarakat dan PAKEM (pembelajaran aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan).
Ketiga isu strategis dalam Perbaikan Pelayanan Air Bersih dan Sanitasi, antara lain:
Air minum dan sanitasi merupakan hak dasar sehingga Negara harus menjamin dan melindungi keberlanjutan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi,
Pelayanan air minum dan sanitasi memerlukan penanganan terpadu lintas sektor, lintas instansi dan lintas wilayah administrative.
Penurunan kuantitas dan kualitas air baku untuk air minumakibat kerusakan daerah tangkapan air (catchment area) dan pencemaran sumber air baik air permukaan maupun air tanah.
Sebagian besar masyarakat miskin belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang memadai sehingga masyarakat miskin membayar lebih mahal bahkan terpaksa mengkonsumsi air minum yang kualitasnya jauh di bawah ambang sehat, dan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagian besar PDAM sebgai penyedia (provider) air minum semiliki kinerja yang rendah dan dililit utang jangka panjang yang cukup besar sehingga sulit untuk mengembangkan pelayanan yang lebih luas bagi masyarakat miskin.
Pemerintah mamupun Pemerintah Daerah belum memberikan perhatian dan prioritas ynag memadai dalam penanganan air minum dan sanitasi.
Pembangunan instalasi air minum dan sanitasi yang baik memerlukan biaya yang besar namun sulit untuk mencapai cost recovery sehinggan sulit menarik partisipasi pihak swasta, sedangkan masyarakat hanya mampu untuk membayar biaya operasi dan pemeliharaan.
Masyarakat perdesaan dan adapt memiliki kearifan local yang positif dalam berpartisipasi dengan bantuan pendampingan.
Rekomendasi yang ditawarkan untuk Perbaikan Air Bersih dan Sanitasi antara lain :
Perlu dikembangkan kebijakan penganganan air minum dan sanitasi yang terpadu dari tingkat pusat sampai daerah serta tindakan mendesak dalam konservasi sumber-sumber air dan penanggulangan pencemaran limbah.
Perlu gagasan dan langkah baru dalam pengelolaan air minum dan sanitasi untuk meningkatkan pemerataan pelayanan, terutama dalammengurangi beban pembiayaan yang ditanggung oleh masyarakat miskin; antara lain melalui penerapan tariff subsidi silang.
Pemerintah perlu melakukan revitalisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk meningkatkan kinerja dan pelayananya. Selain itu, PDAM perlu lebih mendorong untuk berperan lebih aktif dalam penyediaan pelayanan public dibanding sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD)
Mendorong pengelolaan air minum dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat terutama melalui pembenahan regulasi, peningkatan investasi, efesiensi, dan efektifitas dengan memperluas ruang partisipasi bagi masyarakat miskin.
Perlu segera dibentuk Dewan Sumber Daya Air sebgai lembaga koordinasi antar instansi dan Wilayah, baik di tingkat pusat maupun di daerah seseuai dengan amanat Undang0Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Perlu dilakukan rasionalisasi pembiayaan penyediaan air minum dan sanitasi serta penanggulangan kemiskinan pada umumnya, agar lebih focus pada kelompok sasaran/masyarakat miskin.
Selanjutnya, hasil sidang kelompok dan sidang pleno juga mengungkapkan beberapa butir masukan yang bersifat umm dan lintas bidang, yaitu :
Perlu adanya perluasan ruang partisipasi public bagi masyarakat sipil (civil society) baik LSM, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi profesi, perguruan tinggi, [lembaga penelitian dan kajian dalamkeseluruhan proses pelaksanaan dan pengawasan.
Perlu diperkuat kemitraan dan kerjssama dengan pelaku usaha swasta dalammengatasi masalah kemiskina dengan memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
Perlu peningktan koordinasi antar lembaga penyedia data dan pengembangan system pengelolaan data dan informasi yang andal sebgai dasar dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran (targeting).
Perlu pelibatan masyarakat dalampenentuan sasaran (targeting)
Penerapan standard pelayanan minimum (SPM) dengan memperhatikan data dan informasi di tingkat kabupaten/kota..
Proses penganggaran yang dilakukan selamaini belumsecara tegas menjamin pelaksanaan prioritas penanggulngan kemiskinan seperti yang tercantum dalam RKP 2006. Oleh sebab itu , Departemen Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat perlu mempunyai kesamaan pandang dalam memprioritaskan pengelolaan anggaran Negara yang berpihak pada masyarakat miskin.
Peran Kementrian/Lembaga dan dinas di daerah akan sangat menentukan keberhasilan upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh sebab itu, perlu kosistensi, integrasi, sikronisasi dan sinergi yang kuat antara kementrian/lembaga dan pemerintah derah dalam pengelolaan anggaran dekonsentrasi, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
Perlu adanya pembagian kewenanganb dan peran yang jelas antara pemerintah [pusat(kementerian/Lembaga) dan pemerintah daerah (dinas0 dalam penanggulangan kemiskinan terutama dari segi pengganngaran, penentuan kelompok sasaran, lokasi dan kegiatan.
Perlu adanya pembaharuan tata pemerintahan dan reformasi birokrsai melalui penerpan prinsip pemerintahn yang baik (good governasnce) tertuma peningkatan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggran, serta pembertansan KKN.
Perlu adanya penataan kembali system dan mekanisme penanggulangan kemiskinan terutama revitalisasi Komite Penanggulangan Kemiskinan dan Komite Penanggulngan Kemiskinan daerah (KPKD) agar menjadi suatu “badan otonom, kredibel dan kapabel” dalam mengatasi masalah.
Perlu adanya komitmen yanbg kuat dan keberp[ihakan yang sunguh-sungguh dari pimpinan daerah untuk mendorong peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan public bagi msyarakat miskin.
Narasumber : Menkokesra
Last Updated ( Thursday, 27 March 2008 )
[ Back ]
2002©Direktori - Departemen Kesehatan RI
Dikelola oleh Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan
Website oleh Penta Software Indonesia
Mediabersama.com
Mencari Sehat di Jembrana
Jembrana menggratiskan biaya kesehatan warganya. Apa kelemahan dari Jembrana?
MICHAEL Moore melayangkan sepucuk surat email di internet. Ia meminta warga negara mana pun agar menuliskan kisah pengalaman pribadinya mengenai pelayanan kesehatan. Moore ingin mencari tahu negara mana yang paling bermutu kesehatannya. Dan negara paling brengsek mana yang hanya mendulang fulus dari kalangan orang sakit.
Ia menerima jutaan surat balasan melalui emailnya. Hasilnya, mencengangkan. Kuba—negara Sosialis Komunis— di Amerika Selatan termasuk negara yang paling bermutu memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga negaranya. Kuba negara kecil dan miskin pimpinan mantan presiden Fidel Castro itu tidak memungut sepeser pun biaya kesehatan warga negaranya.
Bahkan saat ini, Kuba memproduksi dokter paling tinggi dibandingkan negara mana pun. Negara paling brengsek mutu pelayanan kesehatan ternyata negaranya Moore sendiri, Amerika Serikat. Tidak hanya itu saja yang membuat Moore semakin jengkel. Rumah sakit di Amerika tak ubahnya seperti industri kapital lainnya yang hanya mengeruk uang saja.
"Michael Moore adalah seorang dokumenter eksentrik dari Amerika. Ia resah melihat Amerika saat ini. Ia bergerak dan melemparkan kritik keras terhadap Amerika. Melalui film, ia mengangkat tema politik tentang penyerangan terhadap Irak, soal kebebasan kepemilikan senjata, hingga dokumenter terakhirnya mengenai kesehatan. Film-film itu membuat panas kuping pemerintahan Amerika."
Film kesehatan ini adalah Sicko— rilis dalam kepingan dvd pada November 2007—. Ia mewawancarai ratusan orang dan berangkat ke beberapa negara dari Amerika, Perancis hingga Kuba sendiri. Film ini berhasil menangkap dan memotret ketimpangan kesehatan di belahan benua Amerika dan Eropa. Tak sekedar itu, Moore juga memberikan peringatan keras bahwa kesehatan global saat ini dalam keadaan genting dan ngenes. Kondisi muram ini meningkat tajam di negara-negara miskin, seperti di benua Afrika dan Asia.
MICHAEL Moore—kalau sempat—harusnya main ke Jembrana, Bali. Dan melihat apa yang sudah dikerjakan oleh I Gede Winasa. Mantan pemimpin daerah Kabupaten Jembrana, Bali—2000-2005— yang melakukan perubahan terhadap kebijakan pemerintah mengenai kesehatan, pendidikan dan ekonomi warganya. I Gede Winasa adalah seorang dokter gigi cum professor kelahiran Bali.
Jembrana adalah kabupaten kecil di Bali. Kemampuan pendapatan anggaran daerahnya paling kecil dibandingkan daerah lainnya di Bali. Satu-satunya penopang pendapatan datang dari pajak daerah. Jembrana bukan daerah wisata utama yang menghasilkan pundi-pundi uang di Bali.
Pendapatan anggaran daerah Jembrana pada 2003 hanya mencapai Rp 11,05 miliar. Dan mengandalkan dari 4 kecamatan, seperti Perutatan, Mendoyo, Negara dan Melaya. Pada tahun 2006 penduduk miskin Jembrana sebesar 6.169 kepala keluarga atau 22.038 jiwa dari total penduduk 252.208 jiwa.
I Gede Winasa tahu keuangan daerahnya kecil, namun Jembrana punya mimpi. Ia ingin warga Jembrana sehat, pendidikannya bermutu, ekonomi warga lancar, dan pemerintahannya tidak korup dan boros. Bagaimana caranya agar Jembrana menjadi baik?
Tahun 2001 ia membaca penilaian DPRD Jembrana yang menyatakan bahwa pelayanan kesehatan di Jembrana rendah. Winasa bersama organisasi profesi kesehatan macam IDI atau Ikatan Dokter Indonesia melakukan pemantauan di lapangan.
"Ia mendapatkan sejumlah catatan penting. Masyarakat tidak memanfaatkan keberadaan layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah. Warga di desa lebih percaya pada dukun ketimbang dokter. Ada keinginan memilih dokter swasta tapi sulit karena kere."
Winasa membuat sejumlah kebijakan baru. Intinya, pemerintah Jembrana punya kewajiban untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan kepada warga.
Ia mengambil langkah. Rumah sakit dan puskesmas tidak mendapatkan jatah subsidi lagi dari pemerintah. Namun, subsidi anggaran obat-obatan ini ia alihkan untuk alokasi masyarakat. Pemerintah mengalirkan subsidi ini melalui lembaga asuransi milik Kabupaten Jembrana. Ia meminta agar rumah sakit dan puskesmas mandiri dalam mengelola anggarannya sendiri.
Lembaga asuransi ini yang menjadi jantung pelayanan kesehatan warga Jembrana. Selain bertugas untuk menyelesaikan urusan administrasi keuangan. Sementara anggaran kesehatan dari pemerintah pusat dan provinsi diperuntukkan untuk program pencegahan dan promosi kesehatan.
Lembaga Jaminan Kesehatan Jembrana atau Lembaga JKJ memberikan premi pelayanan kesehatan tingkat pertama termasuk untuk rawat inap. Tahap pertama lembaga JKJ hanya mengelola subsidi dari pemerintah kabupaten Jembrana saja. Subsidi tiap warga ini sebesar Rp 1.080 per bulan pada tahun 2003. Tahun 2004 naik menjadi Rp 1.600 dan tahun 2005 menjadi Rp 2.500 orang tiap bulannya. Lembaga JKJ ini kemudian mengeluarkan kartu sehat sebagai pegangan bagi warga Jembrana untuk mengecek kesehatannya.
Warga Jembrana bisa menggunakan kartu sehat ini di setiap pos pemberi pelayanan kesehatan atau PPK. Termasuk untuk poliklinik swasta, dokter swasta, dan rumah sakit swasta. Pemerintah dengan organisasi profesi dokter telah menentukan tarif dan biaya penetapan obat-obatan. Jadi, mau berobat ke dokter negeri maupun swasta tarifnya sama saja.
Inovasi ini membawa angin segar bagi Jembrana. Rumah sakit dan puskesmas mampu mendongkrak penghasilannya. Dari Rp 25 juta per tahun menjadi Rp 40 juta per tiga bulan. Warga tahu standar dan kualitas mutu pelayanan kesehatan menjadi sama rata sama rasa.
Jalur distribusi obat juga sama, baik untuk apotek maupun gudang obat di rumah sakit. Dinas Kesehatan mengatur pemerataan dokter dan bidan di tiap daerah. Rasio dokter dengan penduduk menjadi 69 dokter berbanding 252.208 jiwa. Ini melebihi target program nasional Indonesia Sehat 2010 yang menetapkan perbandingan dokter sebesar 1 berbanding 5.000 penduduk. Jumlah pasien rawat inap atau penderita parah turun drastis karena warga menjadi rajin mengecek kesehatannya.
Anggaran kesehatan naik menjadi Rp 29,8 miliar atau sekitar 8,65 persen dari total APBD sebesar Rp 345,4 miliar. Ini jauh sekali dibandingkan anggaran sebelumnya pada tahun 2000 yang mencapai 2,94 persen saja. Jembrana juga memberikan alokasi anggaran yang cukup besar untuk kasus-kasus kesehatan seperti demam berdarah, Malaria, HIV/AIDS, peningkatan kesehatan ibu dan anak.
"Kabupaten Jembrana melakukan inovasi dari berbagai lini. Tak hanya kesehatan saja yang mendapatkan porsi utama perubahan. Tapi inovasi lainnya juga menyentuh pada persoalan hak dasar masyarakat lainnya seperti pendidikan, ekonomi, pemberian alat kerja, dana talangan dan subsidi pembebasan pajak bumi dan bangunan."
THE Government Innovators Network adalah satu lembaga yang melakukan kajian terhadap demokrasi, kebijakan dan pemerintahan di berbagai negara berkembang. Lembaga ini dibangun oleh Roy dan Lila Ash Institute untuk Pembaruan dan Pemerintahan Demokrasi dari Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy di Universitas Harvard.
Sejak 1986 lembaga ini mencatat ada sekitar 300 program kebijakan dan pemerintahan yang efektif dan efisien di negara berkembang. Lembaga ini juga telah memberikan dana sebesar US $ 20 juta terhadap pemerintahan yang dinilai telah melakukan sejumlah inovasi baru terhadap kebijakannya.
lembaga ini bersama Bank Dunia dan Ford Foundation mencatat 9 pembaruan di Indonesia. Dari lembaga pemerintahan hingga lembaga sosial masyarakat yang memberikan kontribusi perubahan dan ide-ide untuk membentuk satu proses demokrasi dan pemerintahan yang efektif dan efisien.
Diantaranya, program pendidikan di Tanah Datar, Sumatra, komunitas belajar kreatif untuk anak-anak di desa Polman, Sulawesi Selatan, program ibu di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, program sanitasi dan air di desa Lumajang, Jawa Timur, promosi mengenai transparansi anggaran di Bandung oleh BIGS, program beasiswa di kota Blitar, Jawa Timur, program reformasi transparansi dan akuntabilitas di Boalemo, Sulawesi Selatan. Termasuk Kabupaten Jembrana untuk pengembangan program Jaminan Kesehatan Jembrana di Bali.
I Gede Winasa termasuk salahsatu bupati pertama yang menerapkan pelayanan dan biaya gratis asuransi sistem kesehatan di Indonesia. Jembrana menjadi contoh baru ketika persoalan kesehatan di Indonesia menghadapi persoalan cukup serius.
Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam mengelola anggaran kesehatan dan efisiensi anggaran publiknya memiliki dampak pada sejumlah daerah untuk mengikuti langkah yang sama. Seperti yang tengah dilakukan di Banjar dan Sumedang, Jawa Barat.
"Bahkan, Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia pun belum sanggup memberikan pelayanan dan pengobatan gratis bagi warga penduduknya. Amanat UUD 45 dan amandemen punya republik ini juga belum menghasilkan apapun agar warga, bangsa dan negaranya menjadi sehat.
THE Government Innovators Network, Making Service Work For The Poor In Indonesia, studi kasus Reformasi Asuransi Kesehatan di Jembrana, Bali menghasilkan laporan setebal 15 halaman pada September 2005. Laporan ini menjelaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Jembrana merupakan satu skema baru dalam penanganan kesehatan di Indonesia. Khusunya program pelayanan dan akses kesehatan bagi kalangan warga miskin.
Laporan ini mencatat, sebelum program ini ada, asuransi kesehatan warga di Jembrana hanya mampu meliputi 17 persen saja. Hingga September 2005, dengan program JKJ ini, asuransi bagi warga Jembrana meningkat hingga 63 persen.
Apakah program Jaminan Kesehatan Jembrana ini berkelanjutan? Lembaga ini menilai program ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Lembaga ini memberikan jawaban singkat, pendek dan padat, No. District spending on JKS is inccreasing rapidly. Beban pengeluarannya besar dari klaim premi yang datang dari rumah sakit hingga bidan-bidang.
Peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan membutuhkan modal dan ketersediaan dana yang besar dan aman. Pada tahun 2003 Jembrana mengeluarkan dana sebesar Rp 3,7 miliar untuk program JKJ ini. Pada tahun 2004 klaim penggantian biaya kesehatan meningkat menjadi 2,5 kali atau sebesar Rp 9,5 miliar. Dan angka sebesar ini bukan datang dari kaum miskin. Melainkan, 95 persen dari kalangan tidak miskin.
Tim riset lembaga ini memperkirakan biaya kesehatan ini sebanding dengan 4 persen dari anggaran Jembrana. Biaya beban ini lebih besar dari rata-rata ketetapan anggaran kesehatan nasional sebesar 2,9 persen pada tahun 2003. Pengeluaran program JKJ ini meningkat tajam ketika program ini berlaku untuk warga yang bukan miskin.
"Akses terhadap pelayanan kesehatan memang tidak boleh diskriminasi. Namun lebih arif dan bijak hendaknya terukur mana yang miskin mana yang kaya. Jembrana harus bikin kategori ini lebih ketat. Akses pelayanan kesehatan memang berlaku untuk semua warga.
Lembaga ini menyarankan agar pemerintahan Jembrana mencari sumber pendapatan lain untuk membiayai program tersebut. Selain bersumber dari dana APBD Jembrana. Dan ini menjadi tantangan besar bagi Jembrana. Termasuk daerah lainnya yang hendak meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warganya.
Analisis The Government Innovators Network benar. Program gratisan ini adalah program jangka pendek agar si miskin sehat. Minimal dapat mencicipi perawatan kesehatan secara utuh. Dan mengecek gejala penyakit si miskin agar tidak kronis. Mulai pasien yang ingin menambal lubang gigi, migran dan masuk angin, diare, kurap, sampai bayi-bayi yang terkena Malaria dan kekurangan gizi. Atau yang membutuhkan operasi sekalipun.
Pertanyaan besarnya memang belum terjawab. Bagaimana membuat semua warga—di muka bumi ini— agar sehat wal afiat? Karena sehat itu adalah hak—si miskin maupun si kaya—adil dan tidak boleh diskriminasi. Penyakit tidak mengenal si miskin atau si kaya. Tidak boleh juga pemerintah, rumah sakit, poliklinik swasta maupun dukun sekalipun, hanya menjadikan si miskin dan si sakit ini sebagai tambang uang. Apalagi untuk mendongkrak pendapatan dompetnya sendiri.
Ahmad Yunus, tim kerja Mediabersama.com
Developed and Customized by © Melsamedia.com All rights reserved.
Jembrana menggratiskan biaya kesehatan warganya. Apa kelemahan dari Jembrana?
MICHAEL Moore melayangkan sepucuk surat email di internet. Ia meminta warga negara mana pun agar menuliskan kisah pengalaman pribadinya mengenai pelayanan kesehatan. Moore ingin mencari tahu negara mana yang paling bermutu kesehatannya. Dan negara paling brengsek mana yang hanya mendulang fulus dari kalangan orang sakit.
Ia menerima jutaan surat balasan melalui emailnya. Hasilnya, mencengangkan. Kuba—negara Sosialis Komunis— di Amerika Selatan termasuk negara yang paling bermutu memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga negaranya. Kuba negara kecil dan miskin pimpinan mantan presiden Fidel Castro itu tidak memungut sepeser pun biaya kesehatan warga negaranya.
Bahkan saat ini, Kuba memproduksi dokter paling tinggi dibandingkan negara mana pun. Negara paling brengsek mutu pelayanan kesehatan ternyata negaranya Moore sendiri, Amerika Serikat. Tidak hanya itu saja yang membuat Moore semakin jengkel. Rumah sakit di Amerika tak ubahnya seperti industri kapital lainnya yang hanya mengeruk uang saja.
"Michael Moore adalah seorang dokumenter eksentrik dari Amerika. Ia resah melihat Amerika saat ini. Ia bergerak dan melemparkan kritik keras terhadap Amerika. Melalui film, ia mengangkat tema politik tentang penyerangan terhadap Irak, soal kebebasan kepemilikan senjata, hingga dokumenter terakhirnya mengenai kesehatan. Film-film itu membuat panas kuping pemerintahan Amerika."
Film kesehatan ini adalah Sicko— rilis dalam kepingan dvd pada November 2007—. Ia mewawancarai ratusan orang dan berangkat ke beberapa negara dari Amerika, Perancis hingga Kuba sendiri. Film ini berhasil menangkap dan memotret ketimpangan kesehatan di belahan benua Amerika dan Eropa. Tak sekedar itu, Moore juga memberikan peringatan keras bahwa kesehatan global saat ini dalam keadaan genting dan ngenes. Kondisi muram ini meningkat tajam di negara-negara miskin, seperti di benua Afrika dan Asia.
MICHAEL Moore—kalau sempat—harusnya main ke Jembrana, Bali. Dan melihat apa yang sudah dikerjakan oleh I Gede Winasa. Mantan pemimpin daerah Kabupaten Jembrana, Bali—2000-2005— yang melakukan perubahan terhadap kebijakan pemerintah mengenai kesehatan, pendidikan dan ekonomi warganya. I Gede Winasa adalah seorang dokter gigi cum professor kelahiran Bali.
Jembrana adalah kabupaten kecil di Bali. Kemampuan pendapatan anggaran daerahnya paling kecil dibandingkan daerah lainnya di Bali. Satu-satunya penopang pendapatan datang dari pajak daerah. Jembrana bukan daerah wisata utama yang menghasilkan pundi-pundi uang di Bali.
Pendapatan anggaran daerah Jembrana pada 2003 hanya mencapai Rp 11,05 miliar. Dan mengandalkan dari 4 kecamatan, seperti Perutatan, Mendoyo, Negara dan Melaya. Pada tahun 2006 penduduk miskin Jembrana sebesar 6.169 kepala keluarga atau 22.038 jiwa dari total penduduk 252.208 jiwa.
I Gede Winasa tahu keuangan daerahnya kecil, namun Jembrana punya mimpi. Ia ingin warga Jembrana sehat, pendidikannya bermutu, ekonomi warga lancar, dan pemerintahannya tidak korup dan boros. Bagaimana caranya agar Jembrana menjadi baik?
Tahun 2001 ia membaca penilaian DPRD Jembrana yang menyatakan bahwa pelayanan kesehatan di Jembrana rendah. Winasa bersama organisasi profesi kesehatan macam IDI atau Ikatan Dokter Indonesia melakukan pemantauan di lapangan.
"Ia mendapatkan sejumlah catatan penting. Masyarakat tidak memanfaatkan keberadaan layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah. Warga di desa lebih percaya pada dukun ketimbang dokter. Ada keinginan memilih dokter swasta tapi sulit karena kere."
Winasa membuat sejumlah kebijakan baru. Intinya, pemerintah Jembrana punya kewajiban untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan kepada warga.
Ia mengambil langkah. Rumah sakit dan puskesmas tidak mendapatkan jatah subsidi lagi dari pemerintah. Namun, subsidi anggaran obat-obatan ini ia alihkan untuk alokasi masyarakat. Pemerintah mengalirkan subsidi ini melalui lembaga asuransi milik Kabupaten Jembrana. Ia meminta agar rumah sakit dan puskesmas mandiri dalam mengelola anggarannya sendiri.
Lembaga asuransi ini yang menjadi jantung pelayanan kesehatan warga Jembrana. Selain bertugas untuk menyelesaikan urusan administrasi keuangan. Sementara anggaran kesehatan dari pemerintah pusat dan provinsi diperuntukkan untuk program pencegahan dan promosi kesehatan.
Lembaga Jaminan Kesehatan Jembrana atau Lembaga JKJ memberikan premi pelayanan kesehatan tingkat pertama termasuk untuk rawat inap. Tahap pertama lembaga JKJ hanya mengelola subsidi dari pemerintah kabupaten Jembrana saja. Subsidi tiap warga ini sebesar Rp 1.080 per bulan pada tahun 2003. Tahun 2004 naik menjadi Rp 1.600 dan tahun 2005 menjadi Rp 2.500 orang tiap bulannya. Lembaga JKJ ini kemudian mengeluarkan kartu sehat sebagai pegangan bagi warga Jembrana untuk mengecek kesehatannya.
Warga Jembrana bisa menggunakan kartu sehat ini di setiap pos pemberi pelayanan kesehatan atau PPK. Termasuk untuk poliklinik swasta, dokter swasta, dan rumah sakit swasta. Pemerintah dengan organisasi profesi dokter telah menentukan tarif dan biaya penetapan obat-obatan. Jadi, mau berobat ke dokter negeri maupun swasta tarifnya sama saja.
Inovasi ini membawa angin segar bagi Jembrana. Rumah sakit dan puskesmas mampu mendongkrak penghasilannya. Dari Rp 25 juta per tahun menjadi Rp 40 juta per tiga bulan. Warga tahu standar dan kualitas mutu pelayanan kesehatan menjadi sama rata sama rasa.
Jalur distribusi obat juga sama, baik untuk apotek maupun gudang obat di rumah sakit. Dinas Kesehatan mengatur pemerataan dokter dan bidan di tiap daerah. Rasio dokter dengan penduduk menjadi 69 dokter berbanding 252.208 jiwa. Ini melebihi target program nasional Indonesia Sehat 2010 yang menetapkan perbandingan dokter sebesar 1 berbanding 5.000 penduduk. Jumlah pasien rawat inap atau penderita parah turun drastis karena warga menjadi rajin mengecek kesehatannya.
Anggaran kesehatan naik menjadi Rp 29,8 miliar atau sekitar 8,65 persen dari total APBD sebesar Rp 345,4 miliar. Ini jauh sekali dibandingkan anggaran sebelumnya pada tahun 2000 yang mencapai 2,94 persen saja. Jembrana juga memberikan alokasi anggaran yang cukup besar untuk kasus-kasus kesehatan seperti demam berdarah, Malaria, HIV/AIDS, peningkatan kesehatan ibu dan anak.
"Kabupaten Jembrana melakukan inovasi dari berbagai lini. Tak hanya kesehatan saja yang mendapatkan porsi utama perubahan. Tapi inovasi lainnya juga menyentuh pada persoalan hak dasar masyarakat lainnya seperti pendidikan, ekonomi, pemberian alat kerja, dana talangan dan subsidi pembebasan pajak bumi dan bangunan."
THE Government Innovators Network adalah satu lembaga yang melakukan kajian terhadap demokrasi, kebijakan dan pemerintahan di berbagai negara berkembang. Lembaga ini dibangun oleh Roy dan Lila Ash Institute untuk Pembaruan dan Pemerintahan Demokrasi dari Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy di Universitas Harvard.
Sejak 1986 lembaga ini mencatat ada sekitar 300 program kebijakan dan pemerintahan yang efektif dan efisien di negara berkembang. Lembaga ini juga telah memberikan dana sebesar US $ 20 juta terhadap pemerintahan yang dinilai telah melakukan sejumlah inovasi baru terhadap kebijakannya.
lembaga ini bersama Bank Dunia dan Ford Foundation mencatat 9 pembaruan di Indonesia. Dari lembaga pemerintahan hingga lembaga sosial masyarakat yang memberikan kontribusi perubahan dan ide-ide untuk membentuk satu proses demokrasi dan pemerintahan yang efektif dan efisien.
Diantaranya, program pendidikan di Tanah Datar, Sumatra, komunitas belajar kreatif untuk anak-anak di desa Polman, Sulawesi Selatan, program ibu di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, program sanitasi dan air di desa Lumajang, Jawa Timur, promosi mengenai transparansi anggaran di Bandung oleh BIGS, program beasiswa di kota Blitar, Jawa Timur, program reformasi transparansi dan akuntabilitas di Boalemo, Sulawesi Selatan. Termasuk Kabupaten Jembrana untuk pengembangan program Jaminan Kesehatan Jembrana di Bali.
I Gede Winasa termasuk salahsatu bupati pertama yang menerapkan pelayanan dan biaya gratis asuransi sistem kesehatan di Indonesia. Jembrana menjadi contoh baru ketika persoalan kesehatan di Indonesia menghadapi persoalan cukup serius.
Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam mengelola anggaran kesehatan dan efisiensi anggaran publiknya memiliki dampak pada sejumlah daerah untuk mengikuti langkah yang sama. Seperti yang tengah dilakukan di Banjar dan Sumedang, Jawa Barat.
"Bahkan, Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia pun belum sanggup memberikan pelayanan dan pengobatan gratis bagi warga penduduknya. Amanat UUD 45 dan amandemen punya republik ini juga belum menghasilkan apapun agar warga, bangsa dan negaranya menjadi sehat.
THE Government Innovators Network, Making Service Work For The Poor In Indonesia, studi kasus Reformasi Asuransi Kesehatan di Jembrana, Bali menghasilkan laporan setebal 15 halaman pada September 2005. Laporan ini menjelaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Jembrana merupakan satu skema baru dalam penanganan kesehatan di Indonesia. Khusunya program pelayanan dan akses kesehatan bagi kalangan warga miskin.
Laporan ini mencatat, sebelum program ini ada, asuransi kesehatan warga di Jembrana hanya mampu meliputi 17 persen saja. Hingga September 2005, dengan program JKJ ini, asuransi bagi warga Jembrana meningkat hingga 63 persen.
Apakah program Jaminan Kesehatan Jembrana ini berkelanjutan? Lembaga ini menilai program ini juga memiliki sejumlah kelemahan. Lembaga ini memberikan jawaban singkat, pendek dan padat, No. District spending on JKS is inccreasing rapidly. Beban pengeluarannya besar dari klaim premi yang datang dari rumah sakit hingga bidan-bidang.
Peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan membutuhkan modal dan ketersediaan dana yang besar dan aman. Pada tahun 2003 Jembrana mengeluarkan dana sebesar Rp 3,7 miliar untuk program JKJ ini. Pada tahun 2004 klaim penggantian biaya kesehatan meningkat menjadi 2,5 kali atau sebesar Rp 9,5 miliar. Dan angka sebesar ini bukan datang dari kaum miskin. Melainkan, 95 persen dari kalangan tidak miskin.
Tim riset lembaga ini memperkirakan biaya kesehatan ini sebanding dengan 4 persen dari anggaran Jembrana. Biaya beban ini lebih besar dari rata-rata ketetapan anggaran kesehatan nasional sebesar 2,9 persen pada tahun 2003. Pengeluaran program JKJ ini meningkat tajam ketika program ini berlaku untuk warga yang bukan miskin.
"Akses terhadap pelayanan kesehatan memang tidak boleh diskriminasi. Namun lebih arif dan bijak hendaknya terukur mana yang miskin mana yang kaya. Jembrana harus bikin kategori ini lebih ketat. Akses pelayanan kesehatan memang berlaku untuk semua warga.
Lembaga ini menyarankan agar pemerintahan Jembrana mencari sumber pendapatan lain untuk membiayai program tersebut. Selain bersumber dari dana APBD Jembrana. Dan ini menjadi tantangan besar bagi Jembrana. Termasuk daerah lainnya yang hendak meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warganya.
Analisis The Government Innovators Network benar. Program gratisan ini adalah program jangka pendek agar si miskin sehat. Minimal dapat mencicipi perawatan kesehatan secara utuh. Dan mengecek gejala penyakit si miskin agar tidak kronis. Mulai pasien yang ingin menambal lubang gigi, migran dan masuk angin, diare, kurap, sampai bayi-bayi yang terkena Malaria dan kekurangan gizi. Atau yang membutuhkan operasi sekalipun.
Pertanyaan besarnya memang belum terjawab. Bagaimana membuat semua warga—di muka bumi ini— agar sehat wal afiat? Karena sehat itu adalah hak—si miskin maupun si kaya—adil dan tidak boleh diskriminasi. Penyakit tidak mengenal si miskin atau si kaya. Tidak boleh juga pemerintah, rumah sakit, poliklinik swasta maupun dukun sekalipun, hanya menjadikan si miskin dan si sakit ini sebagai tambang uang. Apalagi untuk mendongkrak pendapatan dompetnya sendiri.
Ahmad Yunus, tim kerja Mediabersama.com
Developed and Customized by © Melsamedia.com All rights reserved.
KOALISI PRO SEHAT
Description
YAYASAN KOALISI PROFESI KESEHATAN ( KOALISI PRO SEHAT )
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Yayasan ini telah didirikan sejak tanggal 12 November 2000.
A. Visi
Tercapainya Pembanguan berwawasan Kesehatan yang
berkemanusiaan dan berkeadilan.
B. Misi
1.Menumbuhkan budaya hidup sehat di dalam masyarakat
2.Melakukan investigasi, pendataan, pengkajian dan
penyebaran informasi kesehatan untuk membentuk opini
publik.
3.Melakukan dan mengembangan upaya pelayanan
kesehatan yang sesuai dengan tuntutan profesi dan
masyarakat.
4.Mendampingi dan melakukan pembelaan terhadap pasien /
klien pelayanan kesehatan.
5.Melakukan pengawasan Mutu terhadap kebijakan
pemerintah di dalam pembangunan Kesehatan
6.Menekan pemerintah untuk bertanggungjawab terhadap
pembangunan pelayanan kesehatan masyarakat.
C. Strategi
1.Mengalang Persatuan dan kesatuan pandangan antar
profesi kesehatan didalam pemgembangan pelayanan
kesehatan.
2.Pemberdayaan masyarakat luas didalam pembangunan
kesehatan
3.Menciptakan sistem informasi kesehatan diantara
profesi kesehatan didalam mengembangkan sistem
pelayanan kesehatan masyarakat.
4.Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan
organisasi kemasyarakatan didalam mengkaji
pembangunan/kebijakan di bidang kesehatan .
5.Mengalakkan kampaye pola hidup sehat kepada masyarakat
luas.
*****
Most Recent Messages
(Group by Topic)
(No messages for this group)
What is Yahoo! Answers?
Yahoo! Answers, a new Yahoo! community, is a question and answer exchange where the world gathers to share what they know...and make each other's day. People can ask questions on any topic, and help others out by answering their questions.
Hide this tip
Yahoo! Answers What's this?
What is Yahoo! Answers?
Yahoo! Answers, a new Yahoo! community, is a question and answer exchange where the world gathers to share what they know...and make each other's day. People can ask questions on any topic, and help others out by answering their questions.
Hide this tip
Questions in Health & Beauty > Health & Well-Being
* When did Doctor's offices start aggressively trying to set appointments?
Asked By 4532 - 0 answers - 1 day ago - Answer Now
* Lower Back Pain, please help!?
Asked By Callie - 0 answers - 4 days ago - Answer Now
* How long does it take to sign up and start being covered by Mass State Health Insurance?
Asked By dream_master_111 - 1 answer - 5 days ago
* Difference between L-methionine and SAM-e?
Asked By envious - 0 answers - 5 days ago - Answer Now
* Now how do we get health care?
Asked By ilovjesus - 2 answers - 6 days ago - Answer Now
Want to help answer other questions? Go to Yahoo! Answers
Group Email Addresses
Related Link: http://groups.yahoo.com/group/koalisiprosehat
Post message: koalisiprosehat@yahoogroups.com
Subscribe: koalisiprosehat-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe: koalisiprosehat-unsubscribe@yahoogroups.com
List owner: koalisiprosehat-owner@yahoogroups.com
SPONSOR RESULTS
Anti Slip Coatings, Tape, Treatments
noskidding.com - Most comprehensive range of economical easy to apply slip resistant treatments, tapes, coatings, floor care available anywhere for immediate shipping.
5 Diet Pills that Work
www.DietRatings.org - 2010's 5 Best Weight-Loss Pills - All-New Ratings & Reviews.
Orbit Keyboards
www.orbitintl.com - Ruggedized Keyboards for the Defense Industry.
Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Copyright/IP Policy - Terms of Service - Guidelines - Help
YAYASAN KOALISI PROFESI KESEHATAN ( KOALISI PRO SEHAT )
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Yayasan ini telah didirikan sejak tanggal 12 November 2000.
A. Visi
Tercapainya Pembanguan berwawasan Kesehatan yang
berkemanusiaan dan berkeadilan.
B. Misi
1.Menumbuhkan budaya hidup sehat di dalam masyarakat
2.Melakukan investigasi, pendataan, pengkajian dan
penyebaran informasi kesehatan untuk membentuk opini
publik.
3.Melakukan dan mengembangan upaya pelayanan
kesehatan yang sesuai dengan tuntutan profesi dan
masyarakat.
4.Mendampingi dan melakukan pembelaan terhadap pasien /
klien pelayanan kesehatan.
5.Melakukan pengawasan Mutu terhadap kebijakan
pemerintah di dalam pembangunan Kesehatan
6.Menekan pemerintah untuk bertanggungjawab terhadap
pembangunan pelayanan kesehatan masyarakat.
C. Strategi
1.Mengalang Persatuan dan kesatuan pandangan antar
profesi kesehatan didalam pemgembangan pelayanan
kesehatan.
2.Pemberdayaan masyarakat luas didalam pembangunan
kesehatan
3.Menciptakan sistem informasi kesehatan diantara
profesi kesehatan didalam mengembangkan sistem
pelayanan kesehatan masyarakat.
4.Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan
organisasi kemasyarakatan didalam mengkaji
pembangunan/kebijakan di bidang kesehatan .
5.Mengalakkan kampaye pola hidup sehat kepada masyarakat
luas.
*****
Most Recent Messages
(Group by Topic)
(No messages for this group)
What is Yahoo! Answers?
Yahoo! Answers, a new Yahoo! community, is a question and answer exchange where the world gathers to share what they know...and make each other's day. People can ask questions on any topic, and help others out by answering their questions.
Hide this tip
Yahoo! Answers What's this?
What is Yahoo! Answers?
Yahoo! Answers, a new Yahoo! community, is a question and answer exchange where the world gathers to share what they know...and make each other's day. People can ask questions on any topic, and help others out by answering their questions.
Hide this tip
Questions in Health & Beauty > Health & Well-Being
* When did Doctor's offices start aggressively trying to set appointments?
Asked By 4532 - 0 answers - 1 day ago - Answer Now
* Lower Back Pain, please help!?
Asked By Callie - 0 answers - 4 days ago - Answer Now
* How long does it take to sign up and start being covered by Mass State Health Insurance?
Asked By dream_master_111 - 1 answer - 5 days ago
* Difference between L-methionine and SAM-e?
Asked By envious - 0 answers - 5 days ago - Answer Now
* Now how do we get health care?
Asked By ilovjesus - 2 answers - 6 days ago - Answer Now
Want to help answer other questions? Go to Yahoo! Answers
Group Email Addresses
Related Link: http://groups.yahoo.com/group/koalisiprosehat
Post message: koalisiprosehat@yahoogroups.com
Subscribe: koalisiprosehat-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe: koalisiprosehat-unsubscribe@yahoogroups.com
List owner: koalisiprosehat-owner@yahoogroups.com
SPONSOR RESULTS
Anti Slip Coatings, Tape, Treatments
noskidding.com - Most comprehensive range of economical easy to apply slip resistant treatments, tapes, coatings, floor care available anywhere for immediate shipping.
5 Diet Pills that Work
www.DietRatings.org - 2010's 5 Best Weight-Loss Pills - All-New Ratings & Reviews.
Orbit Keyboards
www.orbitintl.com - Ruggedized Keyboards for the Defense Industry.
Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Copyright/IP Policy - Terms of Service - Guidelines - Help
Pembangunan Bidang Kesehatan
Selasa, 12 Mei 2009 , 11:57:00
Menyimak LKPj Bupati Paser Tahun 2008 (2)
Pembangunan Bidang Kesehatan Prioritaskan 4 Strategi
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
Dari tahun ke tahun alokasi anggran untuk sektor kesehatan terus menjadi perhatian Bupati Paser dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan pada tahun 2008 dialokasikan i Rp 51,505 miliar lebih. Berikut catatan kedua LKPj Bupati Paser Tahun 2008.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)N 2008 sebesar Rp 1,20 triliun untuk pembangunan bidang kesehatan, memprioritaskan empat strategi utama yang ditempuh pemerintah dalam menunjang pembangunan kesehatan.
Empat strategi proritas utama ditempuh pemerintah daerah dalam menunjang pembangunan kesehatan tersebut. Yakni menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan system surveilance, monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pembiyaan kesehatan.
Sedangkan untuk mendukung empat prioritas kesehatan yang setiap tahun terus mengalami apeningkatan, tahun 2008 dialokasikan Rp 51,505 miliar lebih termasuk alokasi anggaran untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Upaya konkret dilakukan Pemkab dalam meningkatkan akses keluarga miskin pada pelayanan kesehatan dan kependudukan 2008. Antara lain pelayanan kesehatan secara gratis di seluruh puskesmas, gratis berobat jalan dan penggratisan biaya rawat inap kelas III di RSUD Panglima Sebaya.
Langkah konkret lainya adalah pemberian pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran secara gratis bagi penduduk Paser serta pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit menular termasuk penanggulangan kejadian luar biasa. Selain itu dilakukan pula upaya penyempurnaan dalam pengembangan manajemen kesehatan dan pengembangan kualitas tenaga kesehatan. (hp9/bersambung)
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM
About Kaltim Post | Info Iklan | Privacy Policy | Term of Use | RSS
Copyright © 2010 Kaltim Post Online. All Rights Reserved.
Menyimak LKPj Bupati Paser Tahun 2008 (2)
Pembangunan Bidang Kesehatan Prioritaskan 4 Strategi
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
Dari tahun ke tahun alokasi anggran untuk sektor kesehatan terus menjadi perhatian Bupati Paser dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan pada tahun 2008 dialokasikan i Rp 51,505 miliar lebih. Berikut catatan kedua LKPj Bupati Paser Tahun 2008.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)N 2008 sebesar Rp 1,20 triliun untuk pembangunan bidang kesehatan, memprioritaskan empat strategi utama yang ditempuh pemerintah dalam menunjang pembangunan kesehatan.
Empat strategi proritas utama ditempuh pemerintah daerah dalam menunjang pembangunan kesehatan tersebut. Yakni menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan system surveilance, monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pembiyaan kesehatan.
Sedangkan untuk mendukung empat prioritas kesehatan yang setiap tahun terus mengalami apeningkatan, tahun 2008 dialokasikan Rp 51,505 miliar lebih termasuk alokasi anggaran untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Upaya konkret dilakukan Pemkab dalam meningkatkan akses keluarga miskin pada pelayanan kesehatan dan kependudukan 2008. Antara lain pelayanan kesehatan secara gratis di seluruh puskesmas, gratis berobat jalan dan penggratisan biaya rawat inap kelas III di RSUD Panglima Sebaya.
Langkah konkret lainya adalah pemberian pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran secara gratis bagi penduduk Paser serta pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit menular termasuk penanggulangan kejadian luar biasa. Selain itu dilakukan pula upaya penyempurnaan dalam pengembangan manajemen kesehatan dan pengembangan kualitas tenaga kesehatan. (hp9/bersambung)
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM
About Kaltim Post | Info Iklan | Privacy Policy | Term of Use | RSS
Copyright © 2010 Kaltim Post Online. All Rights Reserved.
Senin, 05 April 2010
Bakat Diabetes
Memandu Bakat Diabetes
Rabu, 21 Januari 2009 | 09:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah berkeluh kesah kepada dokter, Satrio, 38 tahun (bukan nama tulen), disarankan puasa 12 jam sebelum cek gula darah. Dia pun manut, lantas dia cuma menenggak air putih, dari pukul 8 malam hingga 8 pagi. Hasilnya, kadar gula darah puasa Satrio menjadi 100 mg/dl. Namun, rentang dua jam setelah buka puasa,angka itu melonjak menjadi 204 mg/dl. "Padahal cuma makan mi campur telur," ujarnya saat berbagi cerita di seminar kesehatan mengenai diabetes di kantor pusat PT Sun Hope Indonesia, Jakarta, Minggu sore lalu.
Menurut kardiolog dan internis Rumah Sakit Pertamina Pusat, dr Djoko Maryono, Satrio berbakat diabetes. Kadar gula darah memang meningkat sehabis makan, tapi akan kembali normal dalam dua jam. "Bila masih lebih dari 200 mg/dl, menunjukkan hormon insulinnya tidak bekerja," ia mengungkapkan.
Pada orang normal, naiknya kadar gula dalam darah sehabis makan memicu organ pankreas mengeluarkan insulin untuk mencegah kenaikan kadar gula lebih tinggi. Sehingga, secara perlahan kadar gula menurun. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tak mampu memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan badan.
Dalam versi Djoko, orang dianggap berbakat diabetes saat kadar gula darah sewaktu diperiksa mencapai 150-180 mg/dl. Bakat ini bisa berasal dari garis keturunan, atau memiliki kegemukan sentral, di mana ukuran lingkar pinggang pria lebih dari 90 sentimeter dan perempuan sebesar 80 sentimeter. Kemudian, perempuan melahirkan bayi lebih dari 4,5 kg, juga diindikasi berbakat diabetes. "Bakat diabetes 30 persen dipengaruhi genetika, sedangkan 70 persen dari pola hidup dan lingkungan," ia menuturkan.
Adapun penderita diabetes biasanya cenderung banyak makan, minum, serta buang air kecil. Terkadang, berdasarkan kisah nyata Primayanto, 50-an tahun yang juga menderita diabetes, seluruh bagian tubuh terasa tidak enak. Badan kerap pegal linu, rambut rontok, dan bobot tubuh turun mencapai 20 kilogram. "Bahkan koreng saya tidak sembuh-sembuh selama satu setengah tahun," papar Yanto.
Namun, kriteria itu belum terlihat pada orang yang baru sebatas berbakat diabetes. Tapi gejala yang kerap timbul lazimnya 20 persen di antaranya mengalami masalah penglihatan, 35 persen gangguan jantung, 45 persen disfungsi ereksi, dan sisanya terjangkit luka yang tak kunjung sembuh.
Penduduk Indonesia yang terkena diabetes diperkirakan bakal melonjak. Pada 2010 akan mencapai 85-100 juta jiwa. Pemicunya, tak lain, negeri ini adalah bagian dari kawasan Asia Pasifik yang karakter orangnya gemar makan manis, berlemak, dan berbumbu. Adapun angka akselerasi penderita diabetes wilayah ini mencapai 57 persen, sedangkan di belahan Amerika jauh di belakang, cuma 23 persen.
Sebagai jawabannya, menurut Djoko, adalah gaya hidup. Menilik sejarah, sejumlah pola makan masyarakat Nusantara berisiko menaikkan gula darah dan merusak fungsi pankreas. Misalnya di daerah Gunung Kidul, banyak perempuan hamil makan geplak---dari singkong yang mengandung sianida atau racun. Menurut dr Brusma dari Universitas Amsterdam, yang meneliti daerah itu pada 1950, sianida dalam geplak merusak pankreas pada bayi, sehingga pankreas tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, produksi insulin tidak normal.
Karena itu, banyak populasi dari Gunung Kidul gula darahnya tinggi. "Orang sana lemua (gemuk) sedikit langsung diabetes," ujar Djoko. Faktor rebound phenomena juga berpengaruh besar dalam hal ini. Ketika hidup di desa tirakat, tapi setelah hidup di kota mereka banyak makan yang serba manis dan penuh lemak. Biasanya mereka cuma makan geplak dari singkong gondoruwo (singkong yang besar) lalu dibuat geplak atau tiwul.
Selain penduduk Pulau Jawa, masyarakat Sumatera diintai diabetes. Tercatat 3 dari 10 orang Padang menderita hipertensi dan gangguan toleransi gula dalam darah. Hal itu lantaran mereka "keracunan" gula dan lemak dari sajian penuh bumbu. Lalu, pola makan masyarakat urban dan perkotaan juga patut dikambinghitamkan. Makanan cepat saji ala Barat sebetulnya mengandung tinggi radikal bebas. Bahan makanan itu diolah ulang pada suhu tinggi, lalu disimpan, kemudian diawetkan. "Soft drink dua botol sehari dapat mengakibatkan serangan diabetes," ujar Djoko.
Untuk itu, cobalah modifikasi gaya hidup Anda. Dimulai dini saat ibu hamil tiga bulan pertama. Karena pada masa itu, janin harus tercukupi asupan proteinnya agar sekat jantung dan pembentukan pankreas menjadi sempurna. Dari banyak studi ditemukan, ikan kembung, selain berisi protein, mengandung Omega 3 paling tinggi. Fungsi Omega 3 ini membuat lentur pembuluh darah sehingga menghindari pembentukan plak atau sumbatan pada pembuluh darah, termasuk di jantung. "Omega 3 juga meningkatkan pengambilan insulin dari sel," papar Djoko.
Juga jangan lupa melakukan 7.500 langkah per hari. Rinciannya, 1 kalori itu 25 langkah dan seseorang harus membakar 300 kalori per hari. "300 kalori itu sama dengan satu bungkus Indomie atau dua minuman kola atau sebungkus nasi goreng," kata Djoko. Lalu, bagi yang sudah terjangkit diabetes, selesai makan sangat disarankan langsung jalan kaki. Paling tidak 2.500 langkah yang bisa membakar 100 kalori. Langkah sebanyak itu sama dengan 50 meter. Bisa dilakukan baik pagi, siang, maupun malam.
Dalam kesempatan yang sama, ahli gizi PT Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief, menganjurkan olahraga minimal tiga kali seminggu. Durasinya sekitar 40 menit, 20 menit pertama membakar gula dan 20 menit kedua membakar kolesterol. "Atur dengan baik asupan kalori, total lemak jenuh, kolesterol, karbohidrat, dan pemanis," ucapnya.
HERU TRIYONO
Hindari Bakat Diabetes
1. Kurangi makanan manis dan yang mengandung garam tinggi.
2. Jauhi makanan cepat saji dengan kadar karbohidrat dan lemak yang tinggi.
3. Taruh sayur dan buah di posisi terbawah piramida makanan.
4. Biasakan berolahraga secara rutin tiga kali seminggu.
5. Gunakan gula dari jagung atau gula dari tumbuh-tumbuhan.
* Share on Twitter
* Share on Facebook
* Share
* Send
* Print
Topik :
* Kesehatan
Komentar (1)
kebanyakan orang jawa suka manis, gimana dong??
Joko, Jakarta, 25/01/2009 11:41:31 wib
* Tentang
* Kontak
* Lowongan
Copyright © 2010 TEMPOinteraktif
Rabu, 21 Januari 2009 | 09:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah berkeluh kesah kepada dokter, Satrio, 38 tahun (bukan nama tulen), disarankan puasa 12 jam sebelum cek gula darah. Dia pun manut, lantas dia cuma menenggak air putih, dari pukul 8 malam hingga 8 pagi. Hasilnya, kadar gula darah puasa Satrio menjadi 100 mg/dl. Namun, rentang dua jam setelah buka puasa,angka itu melonjak menjadi 204 mg/dl. "Padahal cuma makan mi campur telur," ujarnya saat berbagi cerita di seminar kesehatan mengenai diabetes di kantor pusat PT Sun Hope Indonesia, Jakarta, Minggu sore lalu.
Menurut kardiolog dan internis Rumah Sakit Pertamina Pusat, dr Djoko Maryono, Satrio berbakat diabetes. Kadar gula darah memang meningkat sehabis makan, tapi akan kembali normal dalam dua jam. "Bila masih lebih dari 200 mg/dl, menunjukkan hormon insulinnya tidak bekerja," ia mengungkapkan.
Pada orang normal, naiknya kadar gula dalam darah sehabis makan memicu organ pankreas mengeluarkan insulin untuk mencegah kenaikan kadar gula lebih tinggi. Sehingga, secara perlahan kadar gula menurun. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tak mampu memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan badan.
Dalam versi Djoko, orang dianggap berbakat diabetes saat kadar gula darah sewaktu diperiksa mencapai 150-180 mg/dl. Bakat ini bisa berasal dari garis keturunan, atau memiliki kegemukan sentral, di mana ukuran lingkar pinggang pria lebih dari 90 sentimeter dan perempuan sebesar 80 sentimeter. Kemudian, perempuan melahirkan bayi lebih dari 4,5 kg, juga diindikasi berbakat diabetes. "Bakat diabetes 30 persen dipengaruhi genetika, sedangkan 70 persen dari pola hidup dan lingkungan," ia menuturkan.
Adapun penderita diabetes biasanya cenderung banyak makan, minum, serta buang air kecil. Terkadang, berdasarkan kisah nyata Primayanto, 50-an tahun yang juga menderita diabetes, seluruh bagian tubuh terasa tidak enak. Badan kerap pegal linu, rambut rontok, dan bobot tubuh turun mencapai 20 kilogram. "Bahkan koreng saya tidak sembuh-sembuh selama satu setengah tahun," papar Yanto.
Namun, kriteria itu belum terlihat pada orang yang baru sebatas berbakat diabetes. Tapi gejala yang kerap timbul lazimnya 20 persen di antaranya mengalami masalah penglihatan, 35 persen gangguan jantung, 45 persen disfungsi ereksi, dan sisanya terjangkit luka yang tak kunjung sembuh.
Penduduk Indonesia yang terkena diabetes diperkirakan bakal melonjak. Pada 2010 akan mencapai 85-100 juta jiwa. Pemicunya, tak lain, negeri ini adalah bagian dari kawasan Asia Pasifik yang karakter orangnya gemar makan manis, berlemak, dan berbumbu. Adapun angka akselerasi penderita diabetes wilayah ini mencapai 57 persen, sedangkan di belahan Amerika jauh di belakang, cuma 23 persen.
Sebagai jawabannya, menurut Djoko, adalah gaya hidup. Menilik sejarah, sejumlah pola makan masyarakat Nusantara berisiko menaikkan gula darah dan merusak fungsi pankreas. Misalnya di daerah Gunung Kidul, banyak perempuan hamil makan geplak---dari singkong yang mengandung sianida atau racun. Menurut dr Brusma dari Universitas Amsterdam, yang meneliti daerah itu pada 1950, sianida dalam geplak merusak pankreas pada bayi, sehingga pankreas tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, produksi insulin tidak normal.
Karena itu, banyak populasi dari Gunung Kidul gula darahnya tinggi. "Orang sana lemua (gemuk) sedikit langsung diabetes," ujar Djoko. Faktor rebound phenomena juga berpengaruh besar dalam hal ini. Ketika hidup di desa tirakat, tapi setelah hidup di kota mereka banyak makan yang serba manis dan penuh lemak. Biasanya mereka cuma makan geplak dari singkong gondoruwo (singkong yang besar) lalu dibuat geplak atau tiwul.
Selain penduduk Pulau Jawa, masyarakat Sumatera diintai diabetes. Tercatat 3 dari 10 orang Padang menderita hipertensi dan gangguan toleransi gula dalam darah. Hal itu lantaran mereka "keracunan" gula dan lemak dari sajian penuh bumbu. Lalu, pola makan masyarakat urban dan perkotaan juga patut dikambinghitamkan. Makanan cepat saji ala Barat sebetulnya mengandung tinggi radikal bebas. Bahan makanan itu diolah ulang pada suhu tinggi, lalu disimpan, kemudian diawetkan. "Soft drink dua botol sehari dapat mengakibatkan serangan diabetes," ujar Djoko.
Untuk itu, cobalah modifikasi gaya hidup Anda. Dimulai dini saat ibu hamil tiga bulan pertama. Karena pada masa itu, janin harus tercukupi asupan proteinnya agar sekat jantung dan pembentukan pankreas menjadi sempurna. Dari banyak studi ditemukan, ikan kembung, selain berisi protein, mengandung Omega 3 paling tinggi. Fungsi Omega 3 ini membuat lentur pembuluh darah sehingga menghindari pembentukan plak atau sumbatan pada pembuluh darah, termasuk di jantung. "Omega 3 juga meningkatkan pengambilan insulin dari sel," papar Djoko.
Juga jangan lupa melakukan 7.500 langkah per hari. Rinciannya, 1 kalori itu 25 langkah dan seseorang harus membakar 300 kalori per hari. "300 kalori itu sama dengan satu bungkus Indomie atau dua minuman kola atau sebungkus nasi goreng," kata Djoko. Lalu, bagi yang sudah terjangkit diabetes, selesai makan sangat disarankan langsung jalan kaki. Paling tidak 2.500 langkah yang bisa membakar 100 kalori. Langkah sebanyak itu sama dengan 50 meter. Bisa dilakukan baik pagi, siang, maupun malam.
Dalam kesempatan yang sama, ahli gizi PT Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief, menganjurkan olahraga minimal tiga kali seminggu. Durasinya sekitar 40 menit, 20 menit pertama membakar gula dan 20 menit kedua membakar kolesterol. "Atur dengan baik asupan kalori, total lemak jenuh, kolesterol, karbohidrat, dan pemanis," ucapnya.
HERU TRIYONO
Hindari Bakat Diabetes
1. Kurangi makanan manis dan yang mengandung garam tinggi.
2. Jauhi makanan cepat saji dengan kadar karbohidrat dan lemak yang tinggi.
3. Taruh sayur dan buah di posisi terbawah piramida makanan.
4. Biasakan berolahraga secara rutin tiga kali seminggu.
5. Gunakan gula dari jagung atau gula dari tumbuh-tumbuhan.
* Share on Twitter
* Share on Facebook
* Share
* Send
Topik :
* Kesehatan
Komentar (1)
kebanyakan orang jawa suka manis, gimana dong??
Joko, Jakarta, 25/01/2009 11:41:31 wib
* Tentang
* Kontak
* Lowongan
Copyright © 2010 TEMPOinteraktif
पेंदरहण OTAK
PERTOLONGAN PERTAMA PENDARAHAN DI OTAK - TERKENA STROKE
Penyembuhan Pelepasan Darah
.
Cara pertolongan ini dijamin sangat efektif, kini diperkenalkan secara luas untuk dipertimbangkan sebagai alternatif pertolongan pertama bagi yang terkena stroke.
Suatu cara penyembuhan " Pelepasan Darah ", yang dapat menolong supaya tidak fatal bahkan dipastikan hampir tidak ada efek sampingnya.
Orang yang terkena Stroke, pembuluh darah di bagian otak lambat laun terjadi proses perpecahan, bila menghadapi keadaan demikian, jangan panik. Dimanapun penderita berada ( kamar mandi, kamar tidur atau ruang tamu ), jangan dipindahkan. Karena bila dipindahkan, akan mempercepat proses perpecahan pembuluh darah.
Di tempat kejadian itu, topanglah si penderita duduk, agar tidak terjatuh lagi.
Kini tiba saatnya melepaskan darah.
Bila di rumah ada jarum suntik, ini paling baik, bila tidak ada, pakailah jarum jahit/ jarum pentol, di steril dengan dibakar api sejenak, kemudian tusuklah kesepuluh ujung jari kedua tangan agar berdarah, bila darah tidak keluar, bisa dipencet, sampai dari kesepuluh jari menetes darah (setiap jari setetes).
Beberapa menit kemudian, si penderita dengan sendirinya akan sadar kembali.
Bila mulutnya mengok atau miring, tariklah telinganya sampai merah, dibagian daun telinganya juga ditusuk dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah.
Beberapa menit kemudian mulutnya akan kembali normal. Setelah semuanya dirasakan normal, tanpa gejala lain, baru mengantar ke tempat pengobatan, pasti terlepas dari masa krisis.
Sebaliknya, bila buru-buru mengangkut dengan ambulans, sepanjang jalan sedikit banyak akan terjadi goncangan, niscaya sampai kerumah sakit, pembuluh darahnya hampir semuanya pecah, dan terjadi pendarahan yang hebat didalam otak, jangan katakan pengobatan medis, ada mujizatpun sulit untuk mempertahankan nyawanya.
Umumnya reaksi dari anggota keluarga atau masyarakat pada umumnya akan membawa penderita Stroke ke rumah sakit untuk pengobatan, goncangan sepanjang jalan akan mempercepat pepecahan pembuluh darah, sehingga pada banyak penderita terjadi kerusakan yang fatal.
Maka pendarahan otak menduduki peringkat kedua dalam ranking penyebab kematian. Mungkin ada yang mujur, tidak fatal, tetapi jadi lumpuh seumur hidup, sungguh suatu kerugian besar bagi pribadi si sakit, keluarga dan masyarakat.
Memang pendarahan otak sungguh mengerikan.
Andai kata kita dapat mengingat cara pelepasan darah ini, sehingga dapat memberi pertolongan pertama, yang dalam waktu singkat dapat menolong si penderita supaya tidak terjadi kematian, sungguh suatu berkah dari ALLAH SWT.
Bersyukurlah kepada Allah SWT bila saja Anda mendapatkan pertolongan dengan cara ini........
Bila Ada Keluarga Anda yang Sakit Darah tinggi, gangguan Jantung, Mengapa tidak Anda bawa saja ke Yayasan Nursyifa untuk mendapatkan Pengobatan dengan cara Ilahiyah, Sudah banyak yang berhasil sembuh dan menjalani kehidupan baru dengan sehat, tenang dan bahagia.
Baca Juga :
PENYAKIT NON MEDIS
<<< Back to Welcome Page
Bila Anda merasa sakit Fisik dan Mental
KUNDALINI SYNDROME
Penderitaan Akibat Dibangkitkannya Kundalini yang Merusak Fisik dan Mental Manusia
( * Dari berbagai Sumber yang membahas kundalini )
Baca Lanjutannya : KUNDALINI SYNDROME YG SANGAT MENGERIKAN
HOME - PENGOBATAN -INFO BARU - INFO INFO - TOPIK MINGGU INI - PENGALAMAN KESAKSIAN - KENANGAN AWAL BISA MENGOBATI - KHAZANAH ISLAMIYAH - PEMAHAMAN ISLAM LEBIH DALAM - KISAH GAIB
Pengobatan Terapi Nur Syifa' by Haji Mohammad Bambang Irawan S.
Copyright � 2005-2010 [ PT Supra Abadisentosa ]. All rights reserved.
Revised/disempurnakan: 23 Maret 2010 10:30 .
Penyembuhan Pelepasan Darah
.
Cara pertolongan ini dijamin sangat efektif, kini diperkenalkan secara luas untuk dipertimbangkan sebagai alternatif pertolongan pertama bagi yang terkena stroke.
Suatu cara penyembuhan " Pelepasan Darah ", yang dapat menolong supaya tidak fatal bahkan dipastikan hampir tidak ada efek sampingnya.
Orang yang terkena Stroke, pembuluh darah di bagian otak lambat laun terjadi proses perpecahan, bila menghadapi keadaan demikian, jangan panik. Dimanapun penderita berada ( kamar mandi, kamar tidur atau ruang tamu ), jangan dipindahkan. Karena bila dipindahkan, akan mempercepat proses perpecahan pembuluh darah.
Di tempat kejadian itu, topanglah si penderita duduk, agar tidak terjatuh lagi.
Kini tiba saatnya melepaskan darah.
Bila di rumah ada jarum suntik, ini paling baik, bila tidak ada, pakailah jarum jahit/ jarum pentol, di steril dengan dibakar api sejenak, kemudian tusuklah kesepuluh ujung jari kedua tangan agar berdarah, bila darah tidak keluar, bisa dipencet, sampai dari kesepuluh jari menetes darah (setiap jari setetes).
Beberapa menit kemudian, si penderita dengan sendirinya akan sadar kembali.
Bila mulutnya mengok atau miring, tariklah telinganya sampai merah, dibagian daun telinganya juga ditusuk dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah.
Beberapa menit kemudian mulutnya akan kembali normal. Setelah semuanya dirasakan normal, tanpa gejala lain, baru mengantar ke tempat pengobatan, pasti terlepas dari masa krisis.
Sebaliknya, bila buru-buru mengangkut dengan ambulans, sepanjang jalan sedikit banyak akan terjadi goncangan, niscaya sampai kerumah sakit, pembuluh darahnya hampir semuanya pecah, dan terjadi pendarahan yang hebat didalam otak, jangan katakan pengobatan medis, ada mujizatpun sulit untuk mempertahankan nyawanya.
Umumnya reaksi dari anggota keluarga atau masyarakat pada umumnya akan membawa penderita Stroke ke rumah sakit untuk pengobatan, goncangan sepanjang jalan akan mempercepat pepecahan pembuluh darah, sehingga pada banyak penderita terjadi kerusakan yang fatal.
Maka pendarahan otak menduduki peringkat kedua dalam ranking penyebab kematian. Mungkin ada yang mujur, tidak fatal, tetapi jadi lumpuh seumur hidup, sungguh suatu kerugian besar bagi pribadi si sakit, keluarga dan masyarakat.
Memang pendarahan otak sungguh mengerikan.
Andai kata kita dapat mengingat cara pelepasan darah ini, sehingga dapat memberi pertolongan pertama, yang dalam waktu singkat dapat menolong si penderita supaya tidak terjadi kematian, sungguh suatu berkah dari ALLAH SWT.
Bersyukurlah kepada Allah SWT bila saja Anda mendapatkan pertolongan dengan cara ini........
Bila Ada Keluarga Anda yang Sakit Darah tinggi, gangguan Jantung, Mengapa tidak Anda bawa saja ke Yayasan Nursyifa untuk mendapatkan Pengobatan dengan cara Ilahiyah, Sudah banyak yang berhasil sembuh dan menjalani kehidupan baru dengan sehat, tenang dan bahagia.
Baca Juga :
PENYAKIT NON MEDIS
<<< Back to Welcome Page
Bila Anda merasa sakit Fisik dan Mental
KUNDALINI SYNDROME
Penderitaan Akibat Dibangkitkannya Kundalini yang Merusak Fisik dan Mental Manusia
( * Dari berbagai Sumber yang membahas kundalini )
Baca Lanjutannya : KUNDALINI SYNDROME YG SANGAT MENGERIKAN
HOME - PENGOBATAN -INFO BARU - INFO INFO - TOPIK MINGGU INI - PENGALAMAN KESAKSIAN - KENANGAN AWAL BISA MENGOBATI - KHAZANAH ISLAMIYAH - PEMAHAMAN ISLAM LEBIH DALAM - KISAH GAIB
Pengobatan Terapi Nur Syifa' by Haji Mohammad Bambang Irawan S.
Copyright � 2005-2010 [ PT Supra Abadisentosa ]. All rights reserved.
Revised/disempurnakan: 23 Maret 2010 10:30 .
Langganan:
Postingan (Atom)