Body Face

  1. Body Face Lab Indonesia

    www.bodyfacelab.co.id/Promotion
    Jadi langsing hanya dgn Rp 1.3 juta
    untuk 10 perawatan pelangsingan

Minggu, 15 November 2009

Fisioterapi

Fisioterapi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Fisioterapi merupakan ilmu yang menitik beratkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.


Wiki letter w.svg Tulisan rintisan ini belum dikategorikan, tapi Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya.

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkangerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi

Psikoterapi Suportif

Psikoterapi Suportif

Deskripsi
Psikoterapi merupakan jenis pengobatan kedokteran untuk menangani gangguan mental emosional. Caranya dengan mengubah pola pikiran, perasaan dan perilaku penderita agar terjadi keseimbangan diri penderita.

Tujuan dari psikoterapi adalah untuk menguatkan daya tahan mental pasien, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan.

Psikoterapi ditujukan bagi penanganan semua jenis gangguan jiwa seperti depresi, panik, gelisah, dan gangguan jiwa lain.

Jenis
Psikoterapi memiliki beberapa jenis yang disesuakan dengan kondisi pasien. Beberapa jenis tersebut, antara lain:
1. Ventilasi
Psikoterapi ini memebrikan kebebasan kepada pasien untuk mengemukakan isi hatinya. Dengan demikian pasien merasa lega dan keluhannya berkurang.

2. Pesuasi
Psikoterapi jenis ini dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala ayng timbul akibat cara berpikir terhadap masalah yang dihadapi. Terapi ini membangun mental pasien, serta meyakinkan pasien dengan alasan yang masuk akal bahwa gejalanya akan hilang.

3. Psikoterapi reassurance
Psikoterapi jenis ini berusaha meyakinkan kembali kemapuan pasien untuk menghadapi masalahnya.

4. Psikoterapi sugestif
Psikoterapi ini menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gangguannya akan hilang.

5. Bimbingan
Psikoterapi ini diberikan dengan penuh wibawa dan pengertian. Caranya dengan memberikan nasehat kepada pasien.

6. Penyuluhan
Penyuluhan akan membantu pasien untuk memahami dirinya secara lebih baik.

Penerapan
Psikoterapi dapat diterapkan pada gangguan psikotik, gangguan somatis, dan gangguan penyesuaian.



(tbs/tbs)
.: Home | Hidup Sehat | Obat & Penyakit | Ibu & Anak | Berita | konsultasi | Forum | Indeks :.
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
.: detikFoto | detikTV | detikPortal | detikSurabaya | detikBandung | detikPublishing :.
.: detikForum | Suara Pembaca | Surat dari Buncit | Makan Enak (MEOK) | detikShop | Info Iklan | Sindikasi :.
Copyright © 2009 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer

Minggu, 25 Oktober 2009

Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker

Kami menjaga privasi Anda.
Bezuk
Ada 19 Tamu berkunjung
Anda pengunjung ke : 478710
Beranda Perawatan Perawatan Psikis Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker
Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker Bookmark and Share
Pengobatan holistic atau holistic medicine didasarkan atas dua hal yaitu pengobatan fisik dan pengobatan psikis dan keduanya sangat erat hubungannya. Seperti yang pernah dikatakan oleh ahli filosofi Plato, “Tidak ada gunanya mengobati badan tanpa mengobati fikirannya”. Pemikiran ini sangat mengena terutama pada para penderita penyakit berat, termasuk didalamnya penderita kanker. Badan yang sakit akan mempengaruhi fikiran dan sebaliknya juga demikian. Badan yang sehat juga akan berpengaruh menyehatkan fikiran dan demikian juga sebaliknya.

Ilmu pengetahuan juga membuktikan bahwa kondisi emosional seseorang akan mempengaruhi tingkat kekebalan tubuh manusia. Orang yang berada pada tingkat emosional yang rapuh akan lebih cepat tertularkan penyakit, karena tingkat kekebalan tubuhnya menurun akibat kondisi emosi yang buruk tadi. Kondisi emosi yang positif, penuh pengharapan, akan meningkatkan daya tahan tubuh kita, sedangkan sikap negatif, takut, dan pasrah, akan menurunkan daya kekebalan tubuh.

Perubahan kondisi emosi ini akan diteruskan didalam rangkaian proses biokimia di dalam badan kita. Hal yang sebaliknya juga terjadi, di mana perbaikan sel-sel ditubuh kita akan juga dapat memperbaiki tingkat emosional dan fikiran kita. Dengan pemahaman diatas, pengobatan yang menyeluruh [holistic] adalah merupakan cara penyembuhan yang perlu diupayakan, di mana keduanya diperbaiki dalam waktu yang bersamaan.

Untuk itu pemahaman akan kondisi psikis yang terjadi bagi penderita penyakit berat ini perlu diketahui, bukan saja oleh para penderita, tetapi juga bagi keluarga, orang disekelilingnya dan para dokter atau orang yang turut membantu penyembuhan penderita ini.

TAKUT

stresKondisi emosi yang terburuk yang selalu ditemui pada pasien penyakit kanker adalah perasaan takut. Hal ini sangat beralasan dan sepenuhnya gampang dimengerti. Tingkat ketakutan yang terjadi sangat tinggi dan melebihi seluruh jenis penyakit yang ada. Mengapa demikian? Penderita yang divonis mengidap kanker dihadapkan bukan hanya atas kemungkinan hidup yang kecil, namun juga penderitaan fisik dan psikis yang berkepanjangan. Hal ini sangat menakutkan. Pada umumnya setiap orang pasti telah pernah melihat pasien2 kanker yang menderita secara fisik pada masa pengobatan, menjalani treatment yang melelahkan dan menyakitkan dengan efek sampingan yang mengerikan tanpa perubahan yang berarti, mendengar biaya pengobatan yang sangat mahal tanpa kepastian penyembuhan.

Masalah penerimaan pasien atas berita diagnosa penyakit ini juga diperburuk bila cara penyampaiannya juga dilakukan dengan cara buruk. Pada umumnya dokter2 jarang yang dapat menyampaikan berita buruk dengan cukup “baik”. Mereka memang tidak terdidik untuk ini dan karena itu mereka akan menyampaikannya dengan singkat dan “dingin”. Dokter2 sebenarnya tidak menyukai pekerjaan ini, namun merupakan bahagian dari pekerjaannya dan akhirnya harus melakukannya tanpa tau caranya. Pada saat pemberitahuan hasil diagnosa buruk ini, pasien sangat memerlukan kehangatan dan moral support yang dapat mencegah penurunan kondisi emosionalnya. Para dokter ini tidak pernah dididik untuk berkomunikasi dengan pasiennya, terutama dalam penyampaian hal2 kritis seperti ini. Pada umumnya, dokter hanya mengandalkan kemampuan natural yang dimilikinya, tanpa benar2 dilatih. Pasien dilain pihak selalu lebih menghormati dokter yang dapat berkomunikasi baik, daripada yang tidak [walaupun secara teknis sama baiknya atau lebih baik]. Ini adalah dilema yang panjang.

Tanpa adanya komunikasi yang baik, pasien2 yang diopname di rumah sakit pada umumnya merasa tidak berdaya, tertekan dan pasrah atas apa saja yang akan dilakukan oleh dokter atau system pengobatan yang ada. Hal ini sangat merugikan pasien dan memperparah kondisi kesehatannya.

Penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikis seseorang yang buruk sekali juga dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker. Penelitian menunjukkan bahwa penyakit kanker dapat muncul dalam waktu kurang dari 18 bulan terhadap orang2 yang mengalami masalah hidup seperti kehilangan pekerjaan, pensiun, cerai, kematian keluarga dan masalah hidup lainnya. Hal ini terjadi sering disebut sebagai jebakan hidup [life trap], di mana seseorang tiba2 merasa terperangkap didalam situasi yang sangat sulit dan tidak dapat keluar dari dalamnya. ”Saya rasanya lebih baik mati saja,” begitu kata penderita ini.

Salah satu therapy pengobatan kanker yaitu German New Medicine mengkhususkan diri dalam therapy pengobatan psikis, karena percaya dan membuktikan bahwa timbulnya penyakit berat adalah diakibatkan oleh kondisi otak seseorang yang luka akibat kejadian psikis yang terjadi dan tidak diantisipasi oleh penderita. Pengobatan psikis ini ternyata langsung dapat menyembuhkan penyakit fisik yang ada.

TEKANAN FIKIRAN [STRESS]

Apakah kondisi stress dapat mengakibatkan kanker? Sejumlah ahli berpendapat bahwa stress secara langsung dan sendirian, kemungkinan tidak dapat menimbulkan kanker, namun bila kondisi pasien tidak memiliki daya kekebalan tubuh yang baik, apakah akibat fungsi organ yang tidak baik, nutrisi yang tidak baik, gaya hidup yang tidak baik, maka stress dapat saja menjadi pemicu terjadinya kanker atau penyakit berat lainnya dengan mudah.

Bila penyakit berat ini berhubungan langsung dengan kematian, maka kondisi ini menimbulkan tekanan fikiran lanjutan bagi penderita. Ada 5 macam fase reaksi manusia bila ia dihadapkan dengan kematian. Fase pertama adalah Penyangkalan [denial]. Umumnya orang ini akan berkata “Saya baik-baik saja koq. Ini diagnosa yang salah.” Sikap ini biasanya temporer saja. Fase kedua, orang ini akan Marah, dan berkata “Mengapa saya?” Fase ketiga, bersikap Menawar. “Saya rela mati, tetapi kalau boleh berikan saya waktu sedikit...” Fase keempat, Depresi. Orang ini akan menyendiri, tidak berkomunikasi, tidak merasakan cinta maupun perhatian yang diberikan orang di sekelilingnya. Pada saat ini tidak ada gunanya menghibur pasien ini. Dia perlu berdamai dengan dirinya sendiri. Fase terakhir adalah Menerima, di mana pasien akan berkata “Baiklah, saya akan hadapi dengan sebaik-baiknya.” Fase-fase di atas tadi tidak selalu secara teratur dilalui, dapat saja dilampaui dengan cepat dari fase 1 ke 4 misalnya, tergantung dari kondisi psikis pasien.

Pengamatan dilakukan terhadap sejumlah pasien kanker payudara yang telah melalui proses mastektomi untuk melihat perkembangan mereka. Pengamatan menunjukkan bahwa ada 4 kategori kondisi para pasien yaitu pasien yang berjuang untuk kesembuhan, pasien yang “menyangkal” bahwa kondisinya buruk, pasien yang “pasrah” akan keadaan kesehatannya, dan terakhir adalah pasien yang tidak lagi berharap sembuh. Dalam waktu 5-10 tahun kemudian survey menunjukkan bahwa 80% dari golongan pertama yaitu yang berjuang untuk kesembuhannya benar2 sembuh dan hanya 20% dari group terakhir yang tidak berharap sembuh menjadi sembuh.

Penelitian lainnya juga menunjukkan fenomena yang sangat menarik: 15-20% pasien kanker secara sadar atau tidak sadar berharap untuk mati, 60-70% dari mereka berharap untuk sembuh tetapi hanya pasif dan berharap agar para dokter saja yang bekerja menyembuhkannya. Sisanya 15-20% pasien adalah pasien2 yang tidak ingin menjadi korban penyakit ini, yang secara aktif terus menerus mencari cara penyembuhan yang mungkin, tidak selalu menuruti saran para dokter, ingin mengontrol dirinya sendiri, rajin bertanya. Pasien2 yang tidak kooperatif dan susah diatur, pada umumnya memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi. Mereka ini memiliki system kekebalan tubuh yang tinggi akibat dari sikapnya tadi.

BAGAIMANA CARA MENGHADAPI HAL INI?

Penjelasan atau cara yang dibutuhkan disini tidak akan dibuat secara rinci dan hanya berupa ulasan umum yang perlu didalami lagi. Seseorang harus dapat mengendalikan fikirannya sendiri. Fikiran manusia dapat menjadi teman dan juga sebaliknya dapat menjadi musuhnya sendiri. Cara pengendalian ini umumnya dapat dilakukan dengan meditasi, berdoa, berbicara dengan diri sendiri melalui visualisasi dan cara2 lain. Yoga atau cara meditasi lain terbukti dapat membantu manusia untuk mengosongkan fikiran dan seterusnya membangun sikap mental yang baik terhadap tantangan fisik yang ada. Salah satu teknik yang dinamakan “Kekuatan dari keinginan” [Power of Will], di mana secara mental seseorang melatih dirinya dan mentalnya untuk percaya seyakin-yakinnya bahwa ia dapat menghadapi tantangan ini, terbukti dapat membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Teknik2 pengendalian fikiran banyak tersedia dan dapat dipelajari dan terbukti sangat-sangat membantu penyembuhan berbagai penyakit.

Pada saat yang sama juga diharapkan pasien dapat memperbaiki kondisi fisiknya dengan mengkonsumsi nutrisi yang baik dan maksimal, mengkonsumsi bahan2 atau obat penyembuh dan sebaliknya sudah menghindari sumber atau potensi penyakit yang diidapnya berupa lingkungan yang tidak sehat, nutrisi yang toxic dsb, sehingga proses penyembuhan terjadi secara parallel antara fisik dan psikis.

Berdoa juga terbukti sangat ampuh untuk menolong kesembuhan. Penelitian selalu menunjukkan bahwa pasien yang berdoa atau berbicara kepada khaliknya yang lebih tinggi, terbukti persentase kesembuhannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki agama atau tidak percaya pada Tuhan.

Berdamai dengan diri sendiri melalui meditasi maupun visualiasi dan afirmasi juga dapat membebaskan diri dari rasa takut, marah, dan kecewa, yang sangat erat hubungannya dengan kondisi penyakit [lihat contoh German New Medicine].

Berbagai cara, teknik dan therapy kejiwaan dan psikologi perlu dan dapat diterapkan untuk membantu seseorang untuk merawat dan menyembuhkan jiwanya dan pada gilirannya akan meningkatkan kekebalan tubuhnya sendiri dan membantu penyembuhan penyakit yang ada. Semoga informasi ini bermanfaat. ( Omri Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot. Silakan aktifkan Javascript untuk melihatnya. /rumahkanker.com)
[Diambil dari beberapa sumber, GT, Beata Bishop, Merkola, Mike Adams]
Berikutnya >

Tahukah Anda?
MENGAPA ORANG INDONESIA SAKIT KANKER?

"Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan..."

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)
Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker

Pengobatan holistic atau holistic medicine didasarkan atas dua hal yaitu pengobatan fisik dan pengobatan psikis dan keduanya sanga [ ... ]

+ Selengkapnya...
Mengatasi Masalah Buang Air Besar

Banyak di antara para pejuang kanker yang dalam perkembangan penyakitnya mengalami masalah dalam buang air besar (BAB). Diperkirak [ ... ]

+ Selengkapnya...
Penanganan Keluhan Selain Nyeri

Simptom (keluhan) yang timbul pada penderita kanker dapat disebabkan oleh penyakit dasarnya, baik secara langsung (misalnya [ ... ]

+ Selengkapnya...

Beranda I Tips Kanker I Ngobrol Kanker I Hubungi Kami I Terima Kasih
©2007-2009 Rumah Kanker

Retinoblastoma dan PNET

Kekuatan Tekad Menaklukkan Retinoblastoma dan PNET Bookmark and Share
alvita_dokter
Dua jenis kanker tak menghalangi langkah saya mencapai gelar dokter yang saya cita-citakan sejak kecil.
Pernahkan kita bersyukur untuk kehidupan kita? Ataukah kita malah merasa kehidupan ini terlalu berat untuk dilalui dan terlalu sulit untuk dinikmati keindahannya? Seringkali kita mengukur nilai sebuah kebahagiaan berdasarkan apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun sesungguhnya, terkadang kita tidak melihat “kebaikan Tuhan” yang tersembunyi melalui masa-masa sulit dalam hidup kita. Hidup adalah rangkaian pelajaran yang harus dihayati untuk dimengerti. Setiap cerita dalam bab yang kita lalui membuat hidup kita menjadi bermakna dan berwarna.Teruslah melangkah sambil bermimpi dan berharap meskipun saat ini kita sedang melalui saat saat terberat dalam kehidupan kita.

Setiap peristiwa mengandung hikmah dan pelajaran di baliknya. Kita mendapatkan kekuatan, semangat, dan keyakinan saat kita memberanikan diri untuk melihat lebih dalam setiap pengalaman yang kita alami. Yakinlah bahwa roda kehidupan akan terus berputar karena hidup ini tidak sekedar sepenggal cerita tetapi rangkaian petualangan untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tetaplah melangkah sampai kepada halaman yang terakhir, karena disana tersedia akhir yang terbaik untuk semua.

Awal kehidupan saya dimulai ketika saya dilahirkan di dunia, 19 Januari 1983 sebagai putri pertama dari pasangan Dr. Loekito Siswojo dan Vera Wibowo. Tepat di hari ulang tahun saya yang pertama, saya didiagnosa menderita kanker retina (retinoblastoma) pada mata kiri saya. Merupakan pilihan yang tidak mudah bagi orang tua saya ketika harus merelakan satu bagian tubuh (mata) putri kecilnya diambil. Tapi buat mereka nyawa saya di atas semuanya, sehingga apapun akan dilakukan untuk memperjuangkan hidup saya. Itulah perkenalan saya yang pertama dengan penyakit kanker. Beruntung kanker belum menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga nyawa saya masih bisa diselamatkan.

MELAWAN KETAKUTAN DAN KEPUTUS-ASAAN

Saya tumbuh menjadi remaja yang aktif dan ceria, meskipun dalam hati kecil saya masih bertanya-tanya mengapa saya harus ”berbeda” dengan yang lain. Mengapa saya harus terkena kanker mata saat saya masih bayi? Rupanya Tuhan akhirnya menjawab kegelisahan di hati saya, tentu saja dengan cara-Nya yang misterius. Bulan Juli 1999, ketika berusia 16 tahun, saya kembali didiagnosa menderita kanker yaitu Primitive Neuroectodermal Tumor (PNET) sejenis Ewing Sarcoma stadium 3. Berawal dari kaki yang bengkak sampai keluhan nyeri yang luar biasa hebatnya, sehingga membuat saya sulit untuk berjalan. Bagaikan disambar petir di siang bolong, begitu kira-kira perasaan saya waktu itu. Hari-hari saya dipenuhi air mata kesedihan dan keputus-asaan. Saya hanyalah seorang remaja yang baru saja ingin menikmati masa muda, tetapi sekarang harus berjuang melawan maut.

Tetapi ketika saya kembali merenungkan tentang kehidupan masa lalu saya, betapa banyak hal yang belum saya perbuat untuk semua orang, termasuk untuk kedua orang tua saya. Betapa menyakitkan melihat air mata mereka, dan betapa besar perjuangan mereka untuk hidup putri kecilnya. ”Ya Tuhan ... saya harus kuat!” Saya hanya bisa berdoa supaya diberi kekuatan melalui semuanya.

Saya memilih untuk tidak langsung berjuang untuk melawan kanker. Namun sebelum memasuki medan peperangan terhadap kanker saya harus melawan ketakutan dan keputus-asaan dari dalam diri saya, karena sesungguhnya itulah musuh terbesar saya. Ketika kita mulai mengasihani diri dan mulai membuat seribu alasan untuk menyerah, itulah awal kehancuran hidup kita.

Perjuangan saya melawan kanker bukan merupakan hal yang mudah. Saya harus melalui proses pengobatan panjang yang tentu saja melelahkan dan menyakitkan secara fisik maupun mental. Proses pengobatan berupa kemotherapi 6 seri, radioterapi 70 x, dan operasi berulang kali harus saya jalani. Efek kemoterapi dan radioterapi membuat tubuh dan perasaan saya menjadi tidak menentu, yang pasti saya hanya bisa berbaring lemah di ranjang dan tak berdaya dibuatnya.
keluarga_alvita
Kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan keluarga serta para sahabat merupakan obat yang mujarab dalam melawan keputus-asaan saya.

Selain menjalani pengobatan medis, saya juga menjalani terapi herbal berupa jus sayur, buah, dan tanaman herbal seperti daun dewa, kunir putih, daun sambung nyawa, benalu teh, bit merah dll. Bayangkan dalam 1 hari saya mengkonsumsi 1 kg apel, 1 kg tomat, dan 1 kg wortel, belum termasuk obat-obatan yang lain secara terus-menerus. Sering saya hampir muak dibuatnya, namun keinginan saya untuk sembuh membuat saya sanggup ”menelan” semua meski dengan penuh perjuangan.

Untuk melawan kanker dibutuhkan kemauan dan tekad, namun itu saja tidak cukup, tetapi butuh yang namanya doa, disertai perjuangan dan pengorbanan dari kita dan keluarga yang mendampingi kita.

Saya bukan manusia super. Adakalanya saya merasa terlalu lemah, lelah, dan ingin menyerah. Namun ”cinta” menguatkan saya tetap berjuang untuk hidup. Kasih sayang dan perhatian dari orang tua dan sahabat-sahabat saya merupakan obat yang mujarab untuk melawan keputus-asaan yang saya rasakan. Selain itu secara spiritual saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya punya keyakinan bahwa Tuhan akan menyembuhkan saya, entah bagaimana caranya.

PENTINGNYA PUNYA CITA-CITA

Saya yakin setiap orang pasti mempunyai harapan dan cita-cita dalam hidupnya. Demikian juga saya. Dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang dokter. Bahkan ketika saya berjuang melawan kanker saya tetap bermimpi dan berharap menjadi seorang dokter, meskipun saat itu saya sendiri sedang menjalani peran menjadi seorang pasien. Saya yakin pengalaman saya sebagai seorang pasien kelak akan membuat saya lebih mengerti perasaan pasien-pasien saya. Namun saya harus menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkannya. Termasuk ketika harus menjalani pengobatan, saya tidak masuk sekolah satu catur wulan.

Saya disarankan untuk mengulang di tahun berikutnya. Namun saya menolak dengan alasan saya tidak dapat bersekolah bukan karena saya tidak mau tapi saya tidak mampu berjalan saat itu. Sedangkan kelas saya berada di lantai 3, belum lagi kondisi saya yang lemah karena kemoterapi rentan terhadap infeksi. Namun saya bersikeras diberi kesempatan untuk tetap bersekolah, karena itu salah satu yang memotivasi saya untuk tetap semangat. Tentu sulit dibayangkan berapa banyak pelajaran yang saya tidak pernah saya dapatkan tapi harus saya pelajari. Namun prinsip saya lebih baik saya mencoba dan gagal daripada saya menyerah sebelum mencoba.

Saya masih ingat ketika terbaring di ranjang yang dipenuhi buku-buku berserakan karena saya tidak tahu harus mulai mempelajarinya dari mana. Perlahan tapi pasti saya bisa mengejar ketinggalan. Di catur wulan berikutnya saya dengan aksesoris baru berupa wig dan pensil alis harus meniti tangga 3 lantai dengan bantuan krug satu-persatu supaya dapat mengikuti pelajaran di kelas. Di sela-sela pelajaran saya harus ke rumah sakit menjalani radioterapi kemudian kembali ke kelas.

Setiap kali mulai putus asa saya hanya memejamkan mata dan membayangkan masa depan saya, yach menjadi seorang dokter.Tapi mungkinkah seseorang dengan satu penglihatan bisa menjadi seorang dokter? Entahlah, tapi andaikata itu bisa, justru di situlah keistimewaannya. Saya memang terlahir dengan beberapa keterbatasan fisik, tapi Tuhan tidak lupa menambahkan berbagai bakat dalam diri saya. Tidak seorang pun di dunia dilahirkan dalam kesempurnaan sepenuhnya.

alvita_loves
Dari pengalaman melawan kanker, saya tahu pasien tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga membutuhkan dukungan moral.
Mama saya pernah berkata ”Jika seseorang sukses karena kekayaan, kesempurnaan fisik, dan kepandaiannya, itu sudah biasa. Tapi jika seseorang dengan latar belakang sederhana, penuh dengan keterbatasan fisik, dan terlahir dengan kepandaian rata-rata bisa meraih kesuksesan, itulah yang disebut orang yang luar biasa. Jadikan keterbatasan sebagai tantangan, jangan sebagai batu sandungan." Jadi tidak ada salahnya untuk tetap bermimpi dan berharap meskipun anda berada dalam titik terendah dalam hidup anda. Dan ternyata perjuangan saya tidak sia-sia. Saya berhasil masuk ke kelas IPA dan diterima di Fakultas Kedokteran Tarumanagara di tahun berikutnya.

Saat-saat yang berat telah terlalui, hujan dan badai telah berlalu, dan pelangi yang indah telah tampak muncul di cerahnya langit. Kalau dulu saya hanya bisa bermimpi, sepertinya kali ini semua tampak nyata dan terjadi. Kebahagiaan datang silih berganti seakan menghapus kenangan sedih di masa lalu. Kenyataannya saat ini saya telah menjadi seorang dokter. Saya berkesempatan menjadi dokter magang di Yayasan Kanker Indonesia. Bergabung di komunitas survival kanker anak di Cancer Buster Community. Bahkan saya saat ini sedang mengambil Pendidikan Dokter Spesialis Bagian Ilmu Kedokteran Nuklir di Universitas Kedokteran Padjajaran Bandung.

Tetapi masih ada lagi yang paling diidamkan seorang wanita dalam hidupnya. Tak lain dan tak bukan adalah bertemu dengan pria pujaan hatinya, menikah, dan mempunyai anak. Tapi bagaimana bisa? Saya hanya bisa berkata, ”Tuhan punya beribu-ribu cara untuk mewujudkannya, some way.. some how, and some where. Demikian juga ketika saya bertemu dengan pujaan hati yang sekarang menjadi suami saya. Dia bersedia menerima segala kelebihan dan kekurangan saya bahkan selalu mendukung perjalanan karir saya.

Inilah sepenggal kisah hidup saya,dan tentu saja bukan akhir dari semua tapi awal dari petualangan meraih kebahagiaan selanjutnya. Apapun yang sedang anda alami, teruslah melangkah dan perjuangkanlah. Anggaplah itu sebagai bukit penderitaan yang harus kita daki sebelum sampai di puncak kebahagiaan. Jadi raihlah kebahagiaanmu dan jangan pernah berhenti untuk berharap. Percayalah suatu saat apa yang Anda hadapi dan perjuangkan akan membawa suatu kebaikan baik terhadap diri Anda dan orang lainnya. Selamat berjuang. Dr Alvita Dewi Siswoyo Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot. Silakan aktifkan Javascript untuk melihatnya. /rumahkanker.com)

Artikel Lain...

* Mencegah Kanker Serviks Dengan Vagina Toilet Ananto
* Mengatasi Masalah Buang Air Besar
* Berdansa Dengan Kanker
* Minyak Goreng Yang Aman Untuk Kesehatan
* Masalah Psikologi Pada Penderita Kanker
* Mengapa Makanan Goreng Memicu Kanker?
* Depresi
* Ragam Pengobatan Kanker
* Cara Membuat Dan Meminum Juice Yang Benar
* Gerson Therapy

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

http://upload.kapanlagi.com/

http://upload.kapanlagi.com/


Halo Tamu ▼ | iklan | kontak | ketentuan layanan | tentang kami | roadmap | site map
KapanLagi.com

MUSICSTORE.KAPANLAGI.COM : Beli Musik Jadi Lebih Mudah
« » Tutup
Announcement Home SHOWBIZ | BERITA | RAGAM | SELEB, MUSIK & FILM | WOMAN ONLY | BLOG | KOMUNITAS | KARTU UCAPAN | PLUS | MOBI
Berita Foto Selebriti Film Musik Televisi Hollywood Bollywood Asian Star Sinetron Oscar Tag Populer
Kick 'n Goal Olahraga Kriminal Politik Ekonomi Pernik Tekno
Selebriti Lifestyle Travel Humor Funny Picture Otomotif Kesehatan Seksologi Gadget Tips
Music StoreLirikNSP / RBTVideo KlipResensi MusikResensi FilmTrailer FilmSelebritiSelebriti Hari IniNama & PeristiwaFoto Selebriti
FashionBody & MindKulinerSosialitaHang OutDVDTechHot EventEntertainmentForumGame
Dewi PerssikDude HarlinoDwi AndhikaEnno LerianIndra BruggmanJoe RichardLuna MayaNafa UrbachNikita WillyOlla RamlanSiska JesikaTeuku ZackyWulan Guritno
KL Face KL Forum KL Upload KL Ourfriend
Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
KL GameKL KuisKamusWallpaperMobil MarketplaceCity Guide
Game & Application Funtone Ringtone Picture Quiz Chatting Info & News Winner

* (1/20) Infiniti FX50S, Mirip Karakter Manga - Otomotif
* (2/20) '9', Musnahnya Sebuah Bangsa - Resensi Film
* (3/20) 'TAKERS', Membobol Bank Juga Punya Seni - Resensi Film
* (4/20) Ramal Meramal Kartu Gaya Eropa - Lifestyle
* (5/20) Selamat Menikmati Halloween! - Lifestyle
* (6/20) Tips Seks Yang Tidak Biasa - Seksologi
* (7/20) 'THE WARRIOR AND THE WOLF', Antara Serdadu Dan Serigala - Resensi Film
* (8/20) 'GOOD HAIR', Misteri di Balik Rambut Keriting - Resensi Film
* (9/20) Menghemat Tinta Printer Dengan Font Irit Tinta - Tips
* (10/20) Kurangi Potensi Penyakit Jantung Dengan Rosuvastatin - Kesehatan
* (11/20) 'KEMBANG PERAWAN', Kisah Empat Remaja Mencari Cinta - Resensi Film
* (12/20) Samsung Tocco Lite, Layar Sentuh Dalam Ponsel Low End - Gadget
* (13/20) 'DISTRICT 13 ULTIMATUM', Misi Menyelamatkan Wilayah Kumuh - Resensi Film
* (14/20) 'AFTERSCHOOL', Rekaman Video Yang Menggegerkan - Resensi Film
* (15/20) New Rush Hadir Untuk Petualangan Sejati Penuh Adrenalin - Otomotif
* (16/20) 'BLACK WATER', Liburan Yang Berubah Menjadi Petaka - Resensi Film
* (17/20) Sony VAIO VGN-NS30E/S, Terlalu Mahal Tapi Tak Cukup Handal - Gadget
* (18/20) 'INGLOURIOUS BASTERDS', Skenario Pembunuhan Sang Diktator - Resensi Film
* (19/20) Sangat Religius - Humor
* (20/20) 'TRANSYLMANIA', Menuntut Ilmu di Negeri Vampir - Resensi Film


© 2003-2009 KapanLagi.com

*
Login Member
*
*
Mengapa Jadi Member?

Minggu, 18 Oktober 2009

Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari

Artikel - Kesehatan Umum
Monday, 09 June 2008 02:42

Lebih dari tiga juta kaum laki-laki -barangkali termasuk Anda- tidak mempunyai bayangan bahwa mereka segera menjadi korban suatu penyakit yang dapat merenggut penglihatan mereka, keperkasan mereka, bahkan nyawa mereka.

"Saya pernah menemukan laki-laki usia dua puluh tahunan yang tidak memiliki kemampuan seksual karena diabetes. Penyakit ini menyerang usia berapa pun. Dampaknya adalah krisis."

Sebuah penyakit yang menewaskan lebih dari 160.00 jiwa dalam setahun, kira-kira separuh diantaranya laki-laki.

Banyak laki-laki hanya angkat bahu dan menggelengkan kepala ketika ditanyai tentang kemungkinan terkena penyakit ini, karena gejala-gejalanya bisa tidak terlihat. Selain itu, sebagian diantara mereka masih mengira bahwa penyakit ini disebabkan oleh makan permen terlalu banyak.

Penyakit ini, tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang yang didiagnosis menderita diabetes ketika tubuhnya tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar.


Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi . "Keterkaitan dengan gula", berpangkal dari kenyataan bahwa sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi diuraikan menjadi sejenis gula yang disebut glukosa, yakni bahan bakar yang dibagikan kepada setiap sel agar kita hidup .

Bagaimana pun penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka, karena bahan ini dapat membuat kadar gula darah melonjak tinggi sekali.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan glukosa tepat sesuai kebutuhan dan menyimpan yang tersisa. Akan tetapi tanpa insulin yang berfungsi membuka reseptor sebuah sel sehingga glukosa dapat masuk, gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dapat menyebabkan segudang masalah pada kaum laki-laki.



Cukup Rajin Berjalan Kaki

Hidup bersama penyakit diabetes memang tidak nyaman. Selain bisa mengundang komplikasi, diabetes membuat orang bergantung pada obat dan harus menjalani diet ketat seumur hidup. Padahal, salah satu kiat untuk mencegah penyakit ini sebenarnya gampang saja, cukup rajin berjalan kaki.


Latihan ringan jalan kaki yang disertai diet bisa mengurangi kemungkinan seseorang terkena diabetes, bahkan pada orang yang berisiko terkena penyakit ini. Begitulah kesimpulan penelitian terbaru yang dilakukan Lembaga Nasional Untuk Diebetes, Penyakit Ginjal, dan Percernaan Amerika Serikat. Hasil penelitian ini memperkuat dalam skala yang lebih kecil yang dilakukan di Finlandia dan Cina.
Penelitian selama tiga tahun ini melibatkan 3.234 sukarelawan berbobot tubuh di atas rata-rata dan memiliki risiko terkena diabetes. Para sukarelawan yang terdiri atas orang Afro-Amerika, hispanik, Asia dan Indian itu melakukan diet dan jalan kaki. Ternyata dengan mengurangi 5-7 persen bobot tubuh (rata-rata 4,5-6,8 kilogram) disertai jalan santai 30 menit sehari, kemungkinan terserang diabetes berkurang hingga 58 persen.
2008 © DinKes Kab. Tangerang
Design by Charon™ Studio

Penyakit Demam Berdarah Dengue

Cara Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Artikel - Kesehatan Umum
Tuesday, 02 September 2008 02:37


Bagaimana cara penularan penyakit DBD ?

Penyakit DBD hanya dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty betina.

*
* Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit/menghisap darah orang :
o Yang sakit DBD atau
o Yang tidak sakit DBD tetapi dalam darahnya terdapat virus Dengue (karena orang ini memiliki kekebalan terhadap virus dengue)
o Orang yang mengandung virus dengue tetapi tidak sakit, dapat pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes Aegypti.
* Virus dengue yang terhisap akan berkembangbiak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjar liurnya.
* Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
* Bila orang yang ditulari itu tidak memiliki kekebalan (umumnya anak-anak), ia akan segera menderita DBD.
* Nyamuk Aedes Aegypti yang sudah mengandung virus dengue, seumur hidupnya dapat menularkan kepada orang lain.
* Dalam darah manusia, virus dengue akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu.
* Tanda-tanda Penyakit Demam Berdarah Dengue

Apa tanda-tanda penyakit DBD ?

1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu suhu badan antara 38 Cº sampai 40 Cº
2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit, seperti bekas gigitan nyamuk disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler dikulit, untuk membedakannya kulit direnggangkan, bila bintik merah itu hilang, berarti bukan tanda penyakit DBD.
3. Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan)
4. Akan terjadi muntah darah/berak darah.
5. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung.
6. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat, bila tidak segera ditolong di Rumah Sakit dalam 2-3 hari dapat meninggal dunia.

2008 © DinKes Kab. Tangerang
Design by Charon™ Studio

Kesehatan Umum

Penyakit Filariasis di Kabupaten Tangerang
Artikel - Kesehatan Umum
Friday, 12 June 2009 05:11

Filariasis merupakan salah satu penyakit tertua yang paling melemahkan yang dikenal di dunia

Penyakit Filariasis lymfatik merupakan penyebab kecacatan menetap dan berjangka lama terbesar kedua, didunia setelah kecacatan mental

Di Indonesia,mereka yang terinfeksi Filariasis bisa terbaring di tempat tidur selama lebih dari lima minggu per tahun,karena gejala klinis akut dari Filariasis yang mewakili 11 % dari masa usia produktif. Untuk keluarga miskin, total kerugian ekonomi akibat ketidakmampuan karena filariasis adalah 67 % dari total pengeluaran rumah tangga perbulan. Rata-rata kerugian ekonomi per satu kasus kronis filariasis adalah sebesar Rp.735,380,- (termasuk biaya berobat,obat-obatan serta kerugian karena kehilangan masa produktifitas bagi yang terkena kasus kronis)

Filariasis menyebabkan kerugian ekonomi yang utama bagi penderita dan keluarganya. Selain itu dampak psikologis penyakit ini adalah diasingkan oleh keluarga dan masyarakat, kesulitan mendapat pasangan hidup dan menghambat mendapat keturunan
Filariasis Limfatik

Infeksi oleh cacing parasit ini, ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk dan berdampak pada kerusakan sistem limfa di tubuh manusia. Pada saat nyamuk betina menggigit manusia, larva infektif keluar dari kelenjar ludah nyamuk dan masuk ke dalam tubuh manusia lewat gigitan nyamuk. Didalam tubuh manusia larva tersebut akan berpindah ke sistem limfa (merupakan sistem pertahanan tubuh manusia terhadap infeksi dan penyakit).Dalam sistem limfa, selama 3 - 12 bulan larva tumbuh menjadi cacing dewasa jantan dan betina, dan akan berkembang biak.Setiap cacing betina dewasa menghasilkan berjuta-juta mikrofilia (Mf) selama hidupnya sekitar 7 tahun atau lebih.

Cacing dewasa dan Mf mengakibatkan kerusakan pada sistem limfa dan bersifat menahun, dimulai dengan terjadinya pelebaran saluran limfa, sehingga mengganggu jalannya cairan limfa,sehingga cairan terkumpul dan menyebabkan oedema.Lama kelamaan akan terjadi pembentukan jaringan ikat fibrosis, sehingga terjadi limfoderma yang berupa pembengkakan pada kaki, lengan, payudara atau alat kelamin. Kerusakan saluran sistem saliran limfa ini bersifat permanen walaupun cacing dewasa sudah mati

Berjuta-juta Mf dihasilkan oleh cacing dewasa berpindah ke peredaran darah tepi pada waktu malam hari. Pada saat gigitan nyamuk pd malam hari, maka Mf yang ada di darah tepi akan masuk ke tubuh nyamuk, kira-kira 10 hari dalam tubuh nyamuk Mf akan mengalami perubahan bentuk menjadi larva infektif, yang akan ditularkan kepada melalui gigitan nyamuk
Kondisi Penyakit Filariasis di kabupaten Tangerang

Di Kabupaten Tangerang kasus Filariasif meningkat setiap tahun sejak tahun 2000 sampai tahun 2008 menjadi 228 kasus dan telah teridentifikasi 19 Desa Endemis di 15 Kecamatan .Peningkatan endemis > 1 %. Penggerakan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan upaya penanggulangan penyakit ini, melalui pengobatan massal
Upaya yang dilakukan

Melaksanakan eliminasifilariasis agar pada tahun 2015 Kabupaten Tdangerang tidak menjadi daerah endemis.Eliminasi dilaksanakan dengan 2 kegiatan, yaitu pengobatan massal dan penatalaksanaan pada penderita kasus klinis. Pengobatan massal di Kabupaten Tangerang dimulai tahun 2007 di beberapa desa endemis.Mulai tahun 2009 pengobatan massal dilaksanakan di semua desa/penduduk,setahun sekali selama minimal 5 tahun

Pengendalian nyamuk vektor penular dengan memutus rantai penularan dan melakukan PHBS (Perilaku Hidup bersih dan Sehat) serta penggalakkan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) tempat yang berpotensi untuk perindukan nyamuk

Penyuluhan melalui berbagai media : penyuluhan langsung, media cetak dan spot radio

2008 © DinKes Kab. Tangerang
Design by Charon™ Studio